Kesaksian Warga soal Penyamaran AMS, Oknum Polisi yang Bunuh dan Bakar Pacar di Indramayu

5 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Usai heboh penangkapan oknum polisi berinisial AMS (23) terduga pembunuh pacar di Indramayu, Jawa Barat, oleh tim gabungan Polres Dompu dan Polres Indramayu, Sabtu (23/7) di Kecamatan Hu'u, terungkap ada kisah penyamaran yang dilakukan pelaku sehari-hari.

Menurut kesaksian Abdul Khaer, warga setempat, selama berada di desanya, AMS sehari-hari tampak akrab dengan masyarakat, bersikap terbuka, dan kerap berbincang santai bersama warga di gubuk tempat akhirnya ia diciduk.

Bahkan, pecatan polisi itu sering membantu masyarakat mengambilkan air untuk kebutuhan masak dan cuci piring. "Hampir setiap hari dia duduk bercerita santai di gubuk pinggir jalan menuju pantai Nangasia," kenang Khaer.

Kemudian, selama bersosialisasi dengan warga, ceritanya AMS ingin mencari pekerjaan di Lakey. "Sehari hari dia selalu bercengkrama dengan warga di sekitar rumah saya. Katanya, dia ingin mencari pekerjaan di Lakey," tuturnya lagi.

Penyamaran orang asing itu terbilang cukup rapi karena selama keberadaannya warga tidak menaruh curiga sedikitpun. Baru terkuak identitas dan kasus yang melilitnya pasca peristiwa penangkapan.

"Apalagi dia seorang polisi diduga pelaku pembunuhan, sama sekali kami tidak punya prasangka mengenai itu," imbunya.

Akhir Pelarian

Diketahui, pelarian oknum polisi terduga pelaku pembunuhan terhadap kekasihnya di Indramayu, Jawa Barat, berakhir di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Setelah dua pekan buron, terduga pelaku pembunuhan berinisial AMS (23) diringkus tim gabungan Polres Dompu dan Polres Indramayu, pada Sabtu (23/08/2025) di Kecamatan Hu'u.

Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur mengungkapkan, AMS adalah terduga pelaku pembunuhan mahasiswi di Kabupaten Indramayu, yang lagi viral. Korban merupakan pacar dari terduga.

Dijelaskan, AMS diciduk saat duduk di sebuah gubuk di pinggir jalan. Setelah berhasil ditangkap, tersuga langsung dibawa ke Indramayu.

Sebelum ditangkap, sambung dia, pihaknya melakukan penyelidikan dan pengintaian berhari-hari. Dan tadi malam dilakukan pencarian di wilayah Kecamatan Hu'u.

Dalam hal ini, Sodikin mengatakan bahwa Polres Dompu hanya membackup tim Polres Indramayu untuk menangkap AMS, karena lokasi kejadian di wilayah hukum Indramayu.

Status Pelaku

Mengenai status terduga merupakan anggota polisi, Kapolres mengatakan tidak mengetahui persis, namun diakuinya sudah dipecat.

"Kalau tidak salah sudah dipecat," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, terduga melarikan diri usai menghabisi nyawa korban Putri Apriyani, pada 9 Agustus lalu, di kamar kosnya di Desa Singajaya, Indramayu.

Mahasiswi tersebut mengalami luka tusuk dan luka bakar di wajah.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |