Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam di perairan selatan Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, NTT pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 03.00 Wita. Musibah tersebut mengakibatkan 6 nelayan hilang dan 1 orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat.
KM Naila mengangkut 7 nelayan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, mengakibatkan 6 orang hilang dan satu orang ditemukan selamat.
Nelayan yang selamat bernama Damianus Algunares Liu (20). Ia ditemukan oleh seorang nelayan asal Rote Ndao bernama Magas.
“Magas penasaran saat melihat benda terapung di tengah laut. Karena penasaran, ia lalu mendekati benda tersebut dan ternyata menemukan seorang laki-laki masih hidup,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, Rabu (6/8/2025).
Damianus ditemukan mengapung di tengah laut berpegangan pada sebuah box ikan, langsung dievakuasi ke Puskesmas setempat untuk dirawat.
6 Orang Belum Ditemukan
Hingga kini, enam penumpang lainnya belum ditemukan, di antaranya, Kevin Martin, Putra Henuk, Agustinus Efrano Bunga, Bastian Padi, Boni Yotam Hanas, dan juragan kapal yang belum diketahui identitasnya.
Sesuai informasi dari nelayan yang selamat kepada polisi, kapal tersebut diterjang angin kencang dan gelombang tinggi saat pulang dari Rumpon 38 mil dari Rote Ndao. Setelah diterjang gelombang tinggi, nelayan terjatuh ke laut dan terpisah.
“Korban Damian tidak mengetahui bagaimana nasib dan kondisi enam nelayan yang lain,” ujarnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan informasi kecelakaan diterima dari pelapor bernama Martinus Nange pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2025 pukul 05.35 WITA. Kecelakaan terjadi pada 2 Agustus 2025 sekitar pukul 03.00 WITA.
Menurutnya , kapal nelayan itu memuat tujuh orang yang hendak memancing. Kapal itu kemudian terbalik akibat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di sekitar Rompong, koordinat 11° 03.157' S - 123° 22.008' E.
“Satu korban telah ditemukan dalam keadaan selamat di dalam cool box besar dan sudah dibawa ke Pulau Rote,” jelas Mexianus.
Tim SAR Lakukan Pencarian
Pasca menerima laporan, Tim SAR gabungan berangkat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB 10 Kupang (Rigid Inflatable Boat), Rescue D-Max, dan peralatan pendukung lainnya.
Tim Rescue berjumlah enam orang dari Unit Siaga SAR Rote Ndao, bergerak untuk melakukan pencarian intensif terhadap keenam korban yang hilang.
Hingga pukul 17.30 WITA, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali besok Kamis, 7 Agustus 2025.
"Kami berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tandasnya.