IHSG Tembus Rekor Tertinggi Baru 9.032, Ternyata Ini Faktor Pemicunya

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan saham Rabu (14/1/2026). Penguatan terjadi seiring dengan menguatnya seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), mencerminkan sentimen pasar yang sangat positif sejak awal tahun.

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup melonjak 0,94% ke level 9.032,58. Kenaikan tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp 16.429 triliun. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 0,37% ke posisi 882,08, menandakan kinerja solid saham-saham berkapitalisasi besar.

Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik. 

Salah satu faktor utama adalah ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (the Fed), yang mendorong masuknya aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Sentimen utama kombinasi inflow akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed," kata Wafi kepada Liputan6.com, Rabu (14/1/2026).

Selain faktor global, optimisme pelaku pasar juga dipicu oleh antisipasi rilis laporan keuangan (LK) emiten tahun buku 2025. Investor mulai melakukan akumulasi saham dengan fundamental kuat.

"Serta optimisme pasar antisipasi rilis LK 2025," imbuhnya.

Proyeksi IHSG

Menurut Wafi, tren penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut secara struktural. Dengan dominasi inflow pada saham-saham berkapitalisasi besar, IHSG diperkirakan dapat melanjutkan kenaikan menuju area 9.150 hingga 9.200 dalam beberapa waktu ke depan, selama sentimen positif tetap terjaga.

"Tren ini bisa lanjut secara struktural ke 9.150 - 9.200 karena dominasi inflow di blue chip," pungkasnya.

Kinerja Perdagangan Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.049,29 dan level terendah 8.979,60. Sebanyak 440 saham menguat sehingga angkat IHSG. 250 saham melemah dan 128 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 3.430.903 kali dengan volume perdagangan 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.852. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 16.429 triliun.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer  mencatat kenaikan 3,21%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham infrastruktur meroket 2,21%, sektor saham industri bertambah 1,97%.

Lalu sektor saham energi mendaki 1,73%, sektor saham basic melesat 1,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,1%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 1,24%, sektor saham keuangan melesat 0,63%, sektor saham properti melompat 1,58%. Lalu sektor saham teknologi menguat 0,50% dan sektor saham transportasi bertambah 1,62%.

Bursa Saham Asia Pasifik

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei catat rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu pekan ini. Hal ini seiring harapan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akan menggelar pemilihan sela.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei di Jepang menguat 1,48% dan menyentuh 54.000 untuk pertama kali. Indeks menyentuh 54.341,23. Indeks Topix bertambah 1,26% ke posisi 3.644,16.

Yen Jepang melemah ke posisi 159 terhadap dolar AS, level terendah sejak Juli 2024 ketika otoritas Jepang intervensi untuk menghentikan pelemahan Yen.

“Pemilihan Lower House, investor asing beli saham Jepang terutama kapitalisasi besar, ROE yang tinggi, serta saham beta tinggi dapat berperforma baik,” tulis Bank of America.

Di bursa saham lainnya, indeks Kospi menguat 0,65% ke posisi 4.723,1. Indeks Kosdaq turun 0,72% ke posisi 942,18.

Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,33% yang didorong sektor saham consumer nonsiklikal dan saham teknologi. Indeks CSI 300 melemah 0,4% ke posisi 4.741,93.

Indeks ASX 200 di Australia menguat 0,14% ke posisi 8.820,6. Selain itu, harga perak sentuh level tertinggi di USD 90 untuk pertama kali.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |