IHSG Hari Ini Diproyeksi Konsolidasi, Level 8.800 Jadi Kunci

2 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi memproyeksikan pergerakan pasar saham hari ini masih diwarnai volatilitas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi aksi ambil untung tetapi masih sehat.

Menurutnya, potensi koreksi lanjutan masih terbuka, terutama jika tekanan jual kembali meningkat di awal perdagangan. Secara teknikal, Wafi menilai area 8.800 menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

"Potensi koreksi masih ada sampai level 8.800," kata Wafi kepada Liputan6.com, Selasa (13/1/2026).

Apabila tekanan berlanjut dan level tersebut ditembus, ruang koreksi dinilai masih cukup terbatas selama tidak menembus area support utama.

Di sisi lain, peluang rebound tetap ada meski cenderung terbatas. Wafi memperkirakan penguatan indeks, jika terjadi, berpotensi tertahan di kisaran 9.000 seiring sikap investor yang masih cenderung berhati-hati menunggu sentimen baru.

"Tapi kalau pun rebound masih terbatas hingga 9.000," ujarnya.

Profit Taking Picu Tekanan

Wafi menjelaskan pelemahan pasar yang sempat membuat indeks anjlok hingga 1% pada sesi kedua perdagangan lebih dipicu oleh aksi ambil untung. Kenaikan indeks yang sudah berlangsung cukup lama mendorong sebagian investor merealisasikan keuntungan.

Tekanan juga datang dari sentimen regional, di mana mayoritas bursa Asia tercatat bergerak di zona merah pada perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut turut memengaruhi psikologis pasar domestik, sehingga tekanan jual tidak terhindarkan.

"Lebih ke profit taking, IHSG kan sudah naik lama. Regional juga rata-rata merah kemarin sore," ujarnya.

Koreksi Masih Wajar

Meski IHSG sempat turun ke level 8.887 dengan 444 saham melemah, Wafi menegaskan koreksi ini masih tergolong sehat. Secara teknikal, tren jangka menengah IHSG dinilai masih berada dalam fase bullish selama indeks mampu bertahan di atas area 8.750.

Ia menambahkan, pergerakan pasar ke depan cenderung mengarah ke fase konsolidasi. Di tengah volatilitas indeks acuan, pelaku pasar diperkirakan mulai melakukan rotasi sektor, terutama dari saham-saham konglomerasi yang telah naik kencang tahun lalu menuju saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Rotasi tersebut membuka peluang pada indeks saham unggulan seperti LQ45 dan IDX30.

"Masih koreksi wajar, secara tren turun samapai 8.750 itu masih bullish. Lebih ke konsolidasi, ada potensi rotasi sektor balik ke LQ45/IDX30 dari saham konglo yang tahun lalu sudah naik kenceng dan valuasi sekarang sudah relatif mahal," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |