Liputan6.com, Bandung - Dua ekor anak Harimau Benggala lahir di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo pada hari Sabtu lalu (12/7/2025). Dengan lahirnya anak Harimau Benggala tersebut menambah koleksi satwa yang ada.
Menurut juru bicara pengelola Bandung Zoo dari Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) Sulhan Safii, kedua anak Harimau Benggala tersebut berjenis kelamin jantan dari indukan betina Jelita (4,5thn) dan Shah Rukh Khan (2,2thn).
"Alhamdulillah kita mendapatkan tambahan koleksi dua ekor anak Harimau Benggala. Keduanya dirawat oleh sang induk di dalam kandang malam," ujar Sulhan dalam siaran medianya ditulis Bandung, Sabtu (23/8/2025).
Sulhan menerangkan dalam kandang itu keeper menyediakan tempat tidur jerami untuk menambah hangat suhu sekitar. Jerami tersebut diganti setiap tiga hari sekali agar selalu segar dan steril.
Kedua anak Harimau Benggala ini mulai hari pertama langsung menyusui pada induknya. Mereka dirawat dengan sangat baik oleh sang induk. Pada hari ketujuh, kedua anaknya sudah membuka mata dan mulai merangkak di kandang malam.
"Seminggu terakhir ini keduanya sudah semakin lincah berjalan. Tim dokter, tim nutrisi dan keeper terus memantau kesehatan dua anakan tersebut," kata Sulhan.
Untuk makan induknya yakni Jelita mendapatkan kombinasi daging ayam dan daging sapi. Makanan ini memang diberikan untuk menjaga produksi susu yang merupakan nutrisi utama para bayi harimau.
Kedua bayi tersebut beserta induknya tetap berada di kandang malam di salah satu kandang di komplek karnivor. Sementara Shah Rukh Khan berada di kandang sebelahnya.
"Hingga saat ini kedua anak benggala tersebut belum diberikan nama. Rencananya memang akan kita carikan orang tua asuhnya. Tapi itu mungkin nanti, menunggu kondisi yang lebih kondusif", sebut Sulhan.
Harimau Benggala
Harimau Benggala, yang memiliki kombinasi sempurna antara stamina, ketangkasan, dan kekuatan luar biasa. Rupanya yang menarik, pesona, dan kekuatannya, harimau Benggala kerap menjadi representasi simbolis dari kekayaan warisan dan budaya India.
Selain itu, mereka memiliki gigi taring terbesar dari semua keluarga kucing. Panjang taringnya bisa mencapai 10 cm. Cakar yang kuat juga memungkinkan mereka memanjat pohon untuk mencari mangsa.
Tidak seperti kucing peliharaan yang membenci air, Harimau Benggala sangat menyukai air dan merupakan perenang andal. Mereka akan berendam ketika cuaca panas, terkadang hal ini juga akan menguntungkan mereka saat mengejar mangsa di air.
Di alam liar, harimau termasuk mamalia yang cenderung suka menyendiri. Mereka biasanya berjalan-jalan sendiri di wilayah teritorialnya. Namun, induk harimau selalu menghabiskan waktu dengan anaknya.
Satwa ini juga merupakan predator nokturnal yang suka berburu mangsa di malam hari. Penglihatan mereka di malam hari enam kali lebih tajam dibandingkan manusia. Satwa kucing besar ini masuk ke dalam status terancam punah.
Populasinya Terus Menurun
Diperkirakan jumlah satwa ini di alam liar kurang dari 3000 populasi dan terus mengalami penurunan. Banyak faktor yang membuat satwa ini hampir mengalami kepunahan, antara lain perdagangan satwa ilegal, perburuan, kerusakan habitat dan perubahan iklim.
Harimau benggala juga dilestarikan di Indonesia, seperti di Bali Safari Park dan Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Salah satu harimau benggala di TMR Jakarta bernama Juve sempat viral pada akhir 2022 lalu karena beredar video yang memperlihatkan dirinya dalam kondisi kurus. Namun pengelola Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan menegaskan, rutin memberikan perawatan kepada Juve.
"Jadi Juve' memang sempat menderita penyakit infeksi saluran kencing, tetapi kondisinya sudah membaik setelah diberikan pengobatan dan perawatan oleh tim dokter hewan Ragunan," terang Staf Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang dikutip dari Antara, 19 Desember 2022.
Harimau bernama Latin "panthera tigris" berjenis kelamin laki-laki ini saat itu berusia 16 tahun. Masa hidup harimau Benggala yang berada di alam adalah 15 tahun. Sedangkan masa hidup harimau Benggala yang dirawat di penangkaran atau lembaga konservasi bisa mencapai 20 tahun.
Kualitas Perawatan Satwa
Bisa dikatakan saat ini 'Juve' sudah tergolong berusia tua untuk ukuran seekor harimau Benggala," katanya. Meski begitu, tim dokter hewan Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan menyatakan, "Juve" memiliki berat badan ideal sesuai dengan penilaian menggunakan "Body Condition Scoring" (BCS) untuk harimau Benggala.
Wahyudi menyebutkan, "Juve" memiliki skor tiga dari lima yang dilihat dari kondisi "coste" atau tulang dada yang tidak terlihat menonjol sehingga terbilang ideal, meski masih dalam tahap penyembuhan setelah mengalami sakit.
Selain itu, "Juve" memiliki kelainan bawaan dari lahir pada tulang kaki belakangnya sehingga ketika berjalan tidak terlihat seperti harimau Benggala pada umumnya. Pengelola Taman Margasatwa Ragunan selaku lembaga konservasi selalu berusaha semaksimal mungkin memenuhi kewajiban terkait pengelolaan dengan mengutamakan dan memperhatikan kesejahteraan satwa.
"Kami juga memohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat dan akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas perawatan satwa yang ada di Taman Margasatwa Ragunan," katanya.