Heboh Air Danau Toba Berubah Jadi Keruh, Bobby Nasution Sebut Tunggu Hasil Laboratorium

1 month ago 20

Liputan6.com, Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution merespons fenomena alam mengenai air Danau Toba di Pulau Samosir keruh, hingga membuat heboh masyarakat bahkan viral di media sosial (medsos).

Dikatakan Bobby Nasution, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah mengambil sampel air Danau Toba untuk diteliti di laboratorium, dan masih menunggu hasilnya untuk mengetahui secara pasti penyebabnya.

"Lagi menunggu hasil lab, hasil penelitian," kata Bobby Nasution kepada wartawan saat meninjau Stasion Utama Sumatera Utara (SUSU), di Komplek Sport Center, Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (27/7/2025).

Diakui Bobby Nasution, Pemprov Sumut telah meminta pandangan dan berdiskusi dengan beberapa ahli tentang kondisi air Danau Toba tersebut.

"Salah satu kemungkinan, ya, tapi sambil menunggu hasil lab. Kemungkinan karena menurunnya muka air Danau Toba," ujarnya.

Disinggung apakah kondisi itu berpengaruh dengan revalidasi Geopark Kaldera Danau Toba, Bobby Nasution mengatakan sudah disampaikan kalau kondisi air Danau Toba keruh tersebut pengaruh alam.

"Iya, kita sudah sampaikan kalau ini pengaruh alam, pengaruh cuaca, tentunya ini enggak ada yang bisa disalahkan," bebernya.

Soal Revalidasi Geopark Kaldera Toba

Diketahui, proses rangkaian kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba yang dilaksanakan mulai 21 Juli 2025 telah berakhir. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, optimis mendapat kartu hijau (green card).

"Mudah-mudahan optimis, kita sudah buat kegiatan dari tingkat kabupaten ke provinsi, hingga proses pengajuan ke tingkat internasional," kata Bobby Nasution, usai menjamu makan malam asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Nomor 41, Medan, Kamis malam, 24 Juli 2025.

Seluruh persiapan revalidasi dilakukan dengan progres cepat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan sinergi semua pihak, mulai dari Pemprov Sumut, pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba, kementerian/lembaga dan lainnya.

"Kita sepakat menjaga alam, menjaga Danau Toba ini menjaga kehidupan, menjaga Danau Toba ini menjaga adat istiadat apa yang sudah diwariskan, bukan hanya dari leluhur tapi menjaga apa yang sudah ditentukan Tuhan pada umat manusia," kata Bobby.

Menurut Bobby Nasution, asesor juga memberi sedikit catatan seusai revalidasi. Catatan tersebut akan menjadi modal untuk menjaga Danau Toba ke depan.

"Kami berterima kasih sudah diberikan masukan, diberikan catatan pada kami, ini bukan hanya catatan untuk mendapat penilaian yang baik, tapi catatan untuk bisa menjaga alam," kata Bobby.

Dilakukan dalam Waktu Cepat

General Manager Geopark Kaldera Toba Azizul Kholis mengungkapkan persiapan untuk revalidasi dilakukan dalam waktu cepat. Menurutnya, hal tersebut bisa terwujud lantaran komitmen semua pihak, terutama Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

"Tanpa komitmen pemimpin kita, ini tidak terwujud, karena ini juga menyangkut kemaslahatan orang banyak, pariwisata dan menyangkut prestasi Sumut untuk dunia," kata Azizul.

Azizul mengungkapkan, seluruh rekomendasi telah tercapai. Di antaranya penelitian dan usulan geosite baru, inventarisasi warisan alam budaya dan benda beserta keterkaitannya, visibiliti dan panel informasi, serta keaktifan sebagai anggota Global Geopark Network (GGN).

Turut hadir pada jamuan makan malam tersebut Wakil Gubernur Surya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Togap Simangunsong, dan para kepala daerah se-kawasan Danau Toba.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, air Danau Toba mendadak keruh viral di media sosial yang bertepatan dengan jadwal revalidasi Geopark Kaldera Toba yang berlangsung 21-25 Juli 2025. Cuaca ekstrem disebut menjadi penyebab.

Dari video yang beredar, terlihat air Danau Toba berwarna cokelat. Peristiwa itu dinarasikan terjadi pada Minggu 20 Juli 2025.

"Air Danau Toba berubah warna jadi kayak air paret," tulis narasi video tersebut.

Kadis Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, membenarkan peristiwa itu. Dia mengungkapkan, fenomena keruhnya air di Danau Toba beberapa waktu belakangan ini terjadi lantaran adanya faktor cuaca ekstrem.

"Kalau saya melihat, keruhnya air danau disebabkan ombak besar karena angin kencang. Ombak besar ini yang membuat hingga air keruh, atau berubah warna," Tetty menyebutkan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |