Duduk Perkara Bentrokan Antarwarga di Ambon, Dipicu Tawuran Pelajar

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta Bentrokan antarwarga pecah di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (19/8). Dalam insiden ini, belasan rumah warga terbakar. Informasi yang dihimpun dari Antara, pemicu bentrokan karena tawuran pelajar.

Tawuran antarpelajar SMK Negeri 3 Ambon tersebut berujung pada meninggalnya seorang siswa akibat luka tusuk. Persoalan ini kemudian meluas menjadi bentrokan antarwarga.

350 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan bentrokan. Personel gabungan yang diterjunkan mengamankan bentrokan tersebut terdiri dari Satuan Brimob Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Kodim 1504 Ambon.

"Total 350 personel gabungan TNI-Polri sudah berada di lokasi untuk meredam situasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Semua persoalan serahkan kepada pihak kepolisian,” kata Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet di Ambon.

Dalam kesempatan itu, aparat keamanan juga mendampingi sejumlah pejabat, antara lain Wali Kota Ambon, Dansat Brimob Polda Maluku, Dirbinmas Polda Maluku, Karo Ops Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Dandim 1504 Ambon, hingga Ketua DPRD Kota Ambon.

Janet menegaskan saat ini aparat keamanan terus melakukan langkah preventif dan patroli guna mencegah bentrokan susulan.

“Situasi saat ini sudah terkendali. Kami minta masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Polisi Terluka

Ipda Janet mengungkapkan seorang anggota Samapta, Bripda Wisnu mengalami luka akibat lemparan massa saat proses pengamanan berlangsung.

“Saat ini yang bersangkutan dalam perawatan medis,” tambahnya.

Bentrokan Mereda

Ratusan aparat keamanan gabungan berhasil meredam situasi bentrok yang terjadi di Desa Hunuth. Aparat juga membuka barikade jalan pascabentrokan.

"Saat ini blokade jalan sudah dibuka. Warga berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan satuan Brimob, Samapta dan Polresta Ambon dan menyelamatkan warga yang terjebak dalam tawuran," kata Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease Kombes Pol Yoga Putra Prima Setyo.

Polisi juga akan menindak tegas pihak terkait yang melakukan tindak pidana yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan memicu bentrokan tersebut.

Sementara itu, kehadiran Walikota Ambon dan Ketua DPRD Ambon langsung tanggap dan mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

"Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Ambon mengerahkan mobil pemadam kebakaran yang cepat bisa memadamkan api," tambahnya.

Data Kerusakan Bangunan

Bentrokan menyebabkan sejumlah rumah warga terbakar dan rusak. Data sementara mencatat sebanyak 7 rumah terbakar, dan sebagian mengalami kerusakan ringan seperti kaca pecah atau roboh di bagian depan.

Pemerintah Kota Ambon memastikan menanggung ganti rugi dan membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar.

“Saya jamin untuk rumah-rumah yang terbakar dan terdampak itu merupakan tanggung jawab pemerintah kota untuk melakukan ganti rugi,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Dia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon untuk melakukan pendataan cepat sekaligus percepatan pembangunan rumah yang rusak.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas PU untuk segera turun tangan membangun kembali rumah yang terdampak,” tegasnya.

Warga Mengungsi

Sementara itu, warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bentrokan telah diungsikan ke wilayah Nania dan Negeri Lama, untuk memberikan tempat tinggal yang layak untuk sementara waktu.

Para pengungsi pun sedang ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon dengan memberikan bantuan dasar seperti alat tidur, alat mandi, obat-obatan dan makanan.

“Semua masyarakat yang mengungsi di Nania dan Negeri Lama ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon. Kami pastikan baik pengungsi maupun pemilik rumah yang rusak akan mendapat perhatian langsung dari pemerintah,” ujar dia

Bodewin mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif pasca kericuhan.

Seruan Damai

Pemerintah Kota Ambon meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, usai terjadinya insiden bentrokan antarwarga di Hunuth.

“Kami minta seluruh masyarakat Ambon, khususnya di Hunuth, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan. Pemerintah kota bersama aparat TNI-Polri terus bekerja sama untuk memastikan situasi kembali aman dan kondusif,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga menyerukan perdamaian atas insiden bentrok antarwarga yang terjadi di Desa Hunuth.

“Saya minta seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menciptakan suasana kondusif usai bentrok antarwarga di kawasan simpang Hunut Durian Patah,” kata Hendrik di Ambon, Selasa.

Seruan itu disampaikan lantaran insiden tersebut dipicu tawuran antar pelajar SMK Negeri 3 Ambon yang berujung pada meninggalnya seorang siswa akibat luka tusuk.

Atas peristiwa itu, Gubernur menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus menyesalkan kejadian tragis yang mengganggu upaya pemerintah membangun harmoni sosial dan semangat orang basudara.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” kata dia.

Ia mendorong peran aktif para raja negeri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen warga untuk membantu menciptakan suasana yang sejuk dan mencegah aksi balas dendam maupun mobilisasi massa.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama tidak mengunggah atau menyebarluaskan gambar maupun video yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |