Liputan6.com, Jakarta Laut tak pernah menjanjikan ketenangan. Namun nelayan tetap harus melaut untuk mempertahankan hidup mereka. Suharto (45), warga Desa Demaan, Kecamatan Jepara, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Bandengan, Jepara, pada Senin (18/8/2025) malam. Basarnas tanpa menunggu lama segera bergerak.
Suharto, seperti kebanyakan nelayan di Demaan, hidup dari hasil laut yang tak selalu ramah. Malam itu, dia bersama seorang rekannya berangkat melaut sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka menuju perairan Bandengan untuk menebar jaring. Mereka tahu, laut adalah sumber rezeki, tapi juga penuh risiko.
“Hidup nelayan itu keras. Kadang pulang bawa ikan, kadang cuma bawa capek. Tapi ya harus tetap melaut, buat anak-istri di rumah,” kata teman Suharto.
Hilang Jejak Ditelan Lautan Gelap
Sekitar pukul 01.00 WIB, saat hendak mengangkat jaring, Suharto terpeleset dari tepi perahu. Menurut Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono, Suharto posisinya terlalu ke pinggir.
“Tiba-tiba perahu bergoyang karena ombak, ia terpeleset dan terjerembab jatuh ke laut,” kata Budiono.
Kawan yang menyertainya bingung dan panik. Laut yang gelap dan arus yang tak terduga langsung menelan jejaknya.
Dia berusaha mencari dengan mengelilingi area kejadian. Namun, gelapnya malam dan luasnya laut membuat usahanya sia-sia. Dia segera kembali ke darat dan melapor ke Basarnas.
Cari Orang Hilang, Bawa Harapan
Tim Pos SAR Jepara langsung dikerahkan untuk mencari Suharto. Namun, tantangan tak berhenti di sana. Cuaca buruk dengan hujan badai pada siang hari menghambat pencarian.
“Kami berusaha maksimal, tapi cuaca benar-benar tidak mendukung. Semoga hujan reda dan tim bisa bergerak lebih leluasa,” kata Budiono.
Dia menegaskan, timnya akan terus bekerja, apa pun kondisinya. Demi membawa Suharto pulang ke keluarganya. Tim SAR ini tahu persis setiap menit sangat berharga bagi nyawa yang hilang di laut.
“Kami bukan cuma cari orang, tapi juga membawa beban harapan keluarga yang menanti,” kata salah satu anggota tim SAR.
Sementara itu, bagi keluarga Suharto, menanti kabar di tengah ketidakpastian adalah ujian berat. Hidup sebagai nelayan memang penuh ketidakpastian. Mereka sangat memahami bahwa laut selalu memberi, namun juga kadang mengambil.