Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT memberlakukan kebijakan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SLTP di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan hari ini Sabtu, 2 Agustus 2025, sebagai upaya antisipasi terhadap gangguan kesehatan akibat erupsi yang masih berlangsung.
Keputusan BDR tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: PKO. 05/SE/VIII/2025 yang dikeluarkan Dinas PKO Kabupaten Sikka.
Surat edaran ini menindaklanjuti Surat Imbauan Bupati Sikka Nomor: Kominfo 500.14/44/VIII/2025 yang dikeluarkan pada hari yang sama, terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi saat ini, dimana hujan abu yang masih terjadi serta bau belerang yang menyengat.
"Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan menghambat proses belajar mengajar," ujar Germanus.
Mengantisipasi hal itu, pihaknya mengambil langkah cepat dengan menerapkan pembelajaran dari rumah. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SLTP yang berada di wilayah terpapar abu vulkanik.
Ia meminta kepala sekolah dan guru segera memulangkan siswa yang telah terlanjur hadir ke sekolah dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan pulang.
Selama masa BDR, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan metode daring atau luring terbatas, menyesuaikan kondisi infrastruktur dan jaringan internet di masing-masing wilayah.
"Guru diminta tetap aktif memberikan materi pembelajaran agar tidak terjadi ketertinggalan pelajaran," katanya.
Jaga Kesehatan Siswa
Germanus mengatakan, durasi pelaksanaan BDR akan dievaluasi setiap hari. Evaluasi akan mengacu pada perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berdasarkan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.
Dinas PKO Kabupaten Sikka juga mengimbau para orang tua dan wali murid untuk memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama masa darurat ini.
Selain itu, anak-anak diminta mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah guna mencegah dampak buruk dari abu vulkanik.
Himbauan Bupati Sikka
Pasca erupsi gunung Lewotobi Laki-laki yang disertai semburan abu vulkanik, yang telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengeluarkan surat imbauan bagi warga.
Untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, disampaikan hal-hal berikut:
1. Kurangi aktivitas di luar rumah. Tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
2. Gunakan perlindungan diri seperti masker, kacamata pelindung, dan penutup kepala, hidung-mulut saat berada di luar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
3. Tutup rapat sumber air bersih (sumur dan penampungan air) untuk mencegah pencemaran abu vulkanik.
4. Segera bersihkan tubuh, pakaian, dan peralatan setelah beraktivitas di luar ruangan.
5. Lindungi kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan) dengan membatasi paparan udara luar.
6. Jaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela serta menggunakan penyaring udara bila tersedia.
7. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya dan ikuti informasi resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
8. Jangan menyebarkan hoaks. Pastikan setiap informasi yang dibagikan berasal dari sumber resmi dan terpercaya.
"Himbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan secara sadar dan bertanggung jawab demi keselamatan dan kesehatan bersama," ujar Bupati Sikka dalam suratnya.