Liputan6.com, Jakarta - Chengdong Corporation kembali menjadi sorotan setelah melakukan penjualan besar-besaran atas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/1/2026), Chengdong tercatat melepas sekitar 3,71 miliar saham BUMI.
Penjualan ini dilakukan secara bertahap dalam periode akhir tahun, tepatnya mulai 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, seiring pergerakan harga saham yang fluktuatif. Harga jual saham dalam rangka divestasi tersebut berada di kisaran Rp 363 hingga Rp 461 per saham.
Rentang harga ini mencerminkan strategi pelepasan yang memanfaatkan momentum penguatan saham BUMI sepanjang periode transaksi berlangsung. Mengutip laman Mirae Asset Sekuritas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan Bakrie Grup. BUMI memiliki sejumlah anak usaha yang memegang peranan penting dalam produksi batu bara dan mineral.
Beberapa anak usaha utama terkait batu bara meliputi PT Arutmin Indonesia, Kaltim Prima Coal (KPC), Pendopo Energi Batu bara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Divestasi Berbuah Keuntungan Triliunan Rupiah Dari aksi korporasi tersebut, Chengdong mengantongi dana segar yang signifikan.
Berdasarkan perhitungan nilai transaksi, keuntungan yang diraih lembaga investasi asal China itu diperkirakan berada di kisaran Rp 1,35 triliun hingga Rp 1,71 triliun. Nilai cuan tersebut mencerminkan keberhasilan Chengdong dalam mengoptimalkan portofolio investasinya di sektor pertambangan Indonesia, khususnya pada saham PT Bumi Resources Tbk yang sempat mencatat reli harga cukup tajam.
Manajemen Chengdong sendiri menegaskan bahwa transaksi penjualan saham ini murni dilakukan dalam rangka divestasi. Hal itu disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 13 Januari 2026, tanpa disertai agenda aksi korporasi lanjutan lainnya.
Chengdong Kurangi Kepemilikan Saham BUMI Jadi 5,99%
Sebelumnya, pemegang saham PT BUMI Resources Tbk (BUMI), Chengdong Corporation, melaporkan penurunan kepemilikan saham-nya setelah melakukan serangkaian transaksi penjualan saham BUMI sepanjang Desember 2025.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/12/2025), porsi kepemilikan Chengdong turun dari 6,99% menjadi 5,99%. Dalam keterbukaan tersebut dijelaskan, jumlah saham BUMI yang dimiliki Chengdong sebelum transaksi tercatat sebanyak 25,99 miliar saham. Setelah rangkaian transaksi divestasi, jumlah tersebut berkurang menjadi 22,28 miliar saham.
Transaksi penjualan dilakukan secara tidak langsung melalui Chengdong Investment Corporation sebagai investor langsung yang melaporkan atas nama China Investment Corporation sebagai investor tidak langsung. Penjualan saham berlangsung dalam beberapa tahap selama periode 1–22 Desember 2025, dengan total saham yang dilepas mencapai lebih dari 3,7 miliar saham.
Harga penjualan saham bervariasi, berada di kisaran Rp 238 hingga Rp 388 per saham. Seluruh transaksi diklasifikasikan sebagai saham biasa dan dilakukan dengan tujuan divestasi.
Chengdong bukan merupakan anggota direksi maupun dewan komisaris BUMI, serta tidak berstatus sebagai pemegang saham pengendali. Dalam laporan tersebut juga disebutkan tidak terdapat rencana untuk mempertahankan pengendalian atas perseroan.
Laporan ini disampaikan sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK Nomor 4/2024 tentang Pelaporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
UBS Lepas 769 Juta Saham Bumi Resources
Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.
UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.
Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss.
Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.
Sebelumnya, UBS Group AG menambah kepemilikan saham BUMI pada pertengahan November 2025.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2356650/original/083894300_1536729265-Foto_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473863/original/095168700_1768460325-RUPS_HUMI.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311524/original/034808100_1754886540-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_10.47.11__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020528/original/033868600_1578913889-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020525/original/089022300_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2710598/original/065226300_1548209577-20190122-Isi-Kantor-Baru-Google-di-Berlin-AFP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074968/original/085718000_1584006687-20200312-Wall-Street-3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365227/original/069533300_1759147359-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_18.52.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817919/original/067515000_1514865746-20180102-IHSG-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417790/original/054559700_1617321679-lo-lo-CeVj8lPBJSc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364295/original/033013800_1759056277-IMG-20250927-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366029/original/021275400_1759214006-Daihatsu-Copen-Variants_edit_129823537549460.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368063/original/066099000_1759334436-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373081/original/056862400_1759811879-Mercedes-Benz-CLA-Hot-Wheels-art-car-14-e1759739946207-1260x714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5383151/original/070161900_1760626344-Pembunuh_Wanita_Hamil_di_Kamar_Hotel_Palembang_Tertangkap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364977/original/081726500_1759132594-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_9.36.47_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3210944/original/096752400_1597631196-Bandara_Husein.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369232/original/046967000_1759460214-unnamed__26_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3126420/original/060041200_1589339869-WASKITA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367923/original/065475700_1759323662-IMG_2800.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)