Liputan6.com, Pati - Misteri ‘raibnya’ Bupati Pati Sudewo selama delapan hari usai diterpa unjuk rasa besar-besaran pelengseran dirinya pada 13 Agustus lalu, akhirnya kini terungkap.
Orang nomor satu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang sempat dikabarkan sakit ini, dengan percaya diri kembali hadir di tengah-tengah masyarakat di kabupaten yang berjuluk ‘Bumi Mina Tani’.
Ada perubahan yang menarik di wajah dan gaya bertutur Bupati Sudewo. Ia tampak tak segarang dengan nada ucapannya ‘menantang’ yang akhirnya menyulut emosi warga Kabupaten Pati.
Sudewo kembali beraktivitas seperti biasanya sejak Jumat (23/8/2025). Ia hadir dalam agenda pelepasan Peserta Raimuna Daerah XIII Kontingen Kwartir Cabang Pati.
Agenda seremonial tersebut yang dihadiri Bupati Sudewo dan Wabup Risma Ardhi Chandra ini, bertempat di Pendopo Pramuka Kwarcab Pati, Jalan KH Wahid Hasyim, Pati Kidul.
Kehadiran kali pertama selama sepekan menghilang usai membuat geger masyarakat dengan lontaran tantanganya tidak takut didemo 150 ribu orang ini, juga menarik bagi kalangan wartawan yang hadir dalam agenda itu.
Sudewo pun mulai buka suara saat mendapat pertanyaan sejumlah wartawan, terkait ketidakhadiran Sudewo dalam beberapa agenda pemerintahan selama satu pekan.
"Saya di kantor, tanda tangan-tanda tangan dan komunikasi," tukas Bupati Sudewo saat menjawab pertanyaan wartawan.
Selain itu, Sudewo juga mengaku baru pulang dari Jakarta usai menghadiri rapat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Kehadiran Bupati Sudewo dalam agenda rapat APKASI ini, sebab ia mengembang amanah sebagai Wakil Ketua Umum 1 APKASI. Selama berada di Jakarta, Sudewo juga menemui Menteri Pekerjaan Umum.
Sosok Bupati Pati yang dinilai arogan oleh rakyatnya sendiri ini, juga mengaku kondisi kesehatannya juga sudah pulih usai dikabarkan sakit.
Bilang Menghormati Proses Pansus
Sudewo juga menanggapi terkait upaya pemakzulan dirinya sebagai Bupati Pati, yang kini prosesnya telah bergulir di tangan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati.
Dengan jawaban yang tak segarang dulu, Sudewo mengaku menghormati proses rapat Pansus Hak Angket tersebut. Bahkan ia menegaskan siap hadir jika nantinya dipanggil oleh Pansus.
"Monggo. Saya menghormati proses di sana berjalan. Ya. Insyaa Allah," cetus politisi Partai Gerindra ini.
Kegiatan Bupati Sudewo
Untuk diketahui, Bupati Sudewo menghadiri pelepasan Kwarcab Pati mengikuti Raimuna Daerah (Raida) XIII Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Joglo Pandu Pragola dan juga dihadiri Wakil Bupati, Ketua Kwarcab Pati, jajaran pengurus pramuka, serta para pendamping dan peserta kontingen.
Sudewo mengapresiasi kepada para pengurus dan senior Pramuka, yang terus mendedikasikan diri dalam pembinaan generasi muda. Ia menegaskan bahwa para peserta yang terpilih adalah kader pilihan melalui proses seleksi yang ketat.
"Saya yakin kontingen dari Kabupaten Pati akan mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Tengah. Ini adalah proses bagaimana kita berusaha maksimal untuk membentuk karakter anak-anak,” ujar Sudewo.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Pati, Sugiyono bersyukur atas dukungan penuh Pemkab Patu. Keberangkatan 30 peserta kontingen yang terdiri dari perwakilan SMA, SMK, dan MA di Pati, telah melalui pembinaan intensif, termasuk pelatihan kepemimpinan, keterampilan kepramukaan, serta penanaman nilai gotong royong dan patriotisme.