Liputan6.com, Jakarta Kepolisian Resor (Polres) Pati mengerahkan 1.245 personel gabungan untuk mengamankan aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Senin (25/8). Informasi yang dihimpun, aksi ini diduga merupakan lanjutan setelah rencana demo Pati jilid II gagal digelar lantaran sang inisiator demo jilid II Ahmad Husain Hafid membatalkan.
Berdasarkan foto yang diterima liputan6.com, hingga pukul 10.00 WIB, kondisi posko masih lengang. Posko berada di depan kantor DPRD Pati.
"Massa masih landai. Sudah berkumpul di depan posko, cuma yang datang satu-satu," kata Kasi Humas Polresta Pati Ipda Hafid Amin saat dihubungi Liputan6.com, Senin (25/8).
Posko berada di persimpangan jalan. Tempat ini awalnya difungsikan sebagai pusat komando penggalangan dukungan demo jilid II.
Berdasarkan laporan yang masuk ke polisi, jumlah massa diperkirakan 200.000. Namun hingga berita ini tayang, terlihat baru segelintir orang yang datang ke posko.
Di samping posko, terdapat tenda pos polisi. Terlihat sejumlah personel berjaga di sana. Selain itu juga dipakai warga untuk berteduh.
Sedangkan di seberang posko, ada truk yang diduga dipakai sebagai mobil komando. Terdapat tulisan 'Rakyat Pati menolak dipimpin koruptor. Usir koruptor dari Pati harga mati'.
"Kebanyakan masyarakat yang melihat," lanjut Hafid.
Demo Berubah Jadi Aksi Kirim Surat
Informasi dari polisi, massa serentak akan mengirimkan surat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa Bupati Sudewo dalam perkara dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Itu bukan demo, itu aksi mengirim surat ke KPK melalui Kantor Pos serentak. Surat meminta KPK untuk memeriksa Pak Bupati terkait kasus DJKA," terang Hafid.
Massa akan bergerak dari posko yang terletak di depan kantor DPRD. Posko ini dibangun beberapa waktu lalu sebagai pusat penggalangan dukungan untuk demo jilid II, kelanjutan dari aksi sebelumnya sebagai respons dari kebijakan kenaikan PBB Pati.
Namun dalam perkembangannya, sosok inisiator demo jilid II Ahmad Husain Hafid membatalkan agenda ini. Ahmad Husain Hafid mengaku telah sepakat berdamai dengan Bupati Sudewo.
Dari posko, massa akan bergerak ke Kantor Pos. Dari data yang masuk ke polisi, massa juga membawa truk sebagai mobil komando dalam long march nanti.
"Mulai dari titik pendopo, jalan depannya ada truk yang mengiringi posko ke Kantor Pos. Ini baru membuat suratnya," ucap Hafid.
Sebanyak 1.245 personel gabungan dari Polri, TNI hingga Satpol PP dikerahkan untuk mengawal aksi ini. Personel disebar di beberapa tempat.
Liputan6.com sudah berusaha menghubungi Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Teguh Istiyanto. Namun hingga berita ini tayang, Teguh belum merespons.