Liputan6.com, Jakarta- Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI AD yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas usai dianiaya seniornya.
Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo mengungkap cerita putranya sebelum mengembuskan napas terakhir. Dia mengatakan, Prada Lucky sempat curhat kepada dokter yang merawatnya bahwa dipukul senior di barak.
"Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," ungkap Sersan Mayor Christian Namo sambil berurai air mata, Kamis (7/8/2025).
Sersan Mayor Christian Namo tak terima anaknya dihajar hingga tewas. Dia berjanji akan mengejar pelaku.
"Saya akan kejar pelakunya sampai ke mana pun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," tegasnya.
Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas
Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.
"Dianiaya senior," kata dia.
Minta Pelaku Dihukum Mati
Sersan Mayor Christian Namo yang juga merupakan anggota TNI AD meminta para pelaku yang menyiksa anaknya untuk dipecat dari TNI AD lalu diputus hukuman mati.
"Saya minta agar keadilan ditegakkan, ini menyangkut nyawa. Biar tidak ada Lucky-Lucky lain di kemudian hari," katanya.
Dia akan terus menuntut keadilan agar para pelaku dihukum mati.
"Saya tuntut keadilan pakai jalur hak asasi manusia, nyawa saya jadi taruhannya," ungkapnya.
"Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kembali kuburan untuk dibawa ke orang-orang yang paling bertanggungjawab," tegasnya.
Firasat Ibu Korban
Ibu korban, Paulina Mirpey tak henti menangis meratapi jasad putranya yang terbujur kaku. Sedangkan ayah, Christian Namo berusaha tegar menahan duka mendalam.
Rupanya, sebelum kematian Prada Lucky, sang ibu sudah mendapatkan firasat buruk. Selama tiga malam, dia bermimpi didatangi anaknya.
"Ibunya mimpi kalau Lucky datang ke rumah dengan raut muka sedih. Mimpi yang sama selama tiga hari," ungkap paman Lucky, Rafael Davids, Kamis 7 Agustus 2025.
Saat itu, sang ibu tak mendapat kabar apapun dari Lucky maupun dari kesatuan tempat Prada Lucky mengabdi. Instingnya sebagai seorang ibu, membuat ibu empat anak itu memutuskan berangkat ke Nagekeo.
Namun betapa kagetnya saat tiba di Nagekeo. Dia mendapatkan anaknya sudah sekarat terbaring di rumah sakit.
"Tidak ada informasi dari kesatuan ke orang tua. Tiba di sana baru kaget, ternyata Lucky di rumah sakit karena disiksa," ungkapnya.
Setelah empat hari dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Prada Lucky mengembuskan nafas terakhirnya.
"Dia mungkin tunggu ayahnya tiba di rumah sakit, karena sesaat ayahnya tiba, Lucky langsung berhenti nafaz," ucapnya penuh haru.
Prada Lucky meninggal dunia setelah tiga hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Rabu (6/8/2025).