Liputan6.com, Jakarta - Analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik melemah dan sempat terkoreksi hingga 1% pada sesi kedua perdagangan saham Senin, 12 Januari 2026, terutama dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung jangka pendek dan melemahnya sentimen pada saham-saham lapis kedua dan ketiga.
"Setelah IHSG mencatatkan reli cukup panjang dan bertahan di area psikologis tinggi di atas 8.900, pelaku pasar cenderung mulai merealisasikan keuntungan, khususnya pada saham-saham yang sebelumnya naik agresif," kata Hendra kepada Liputan6.com, Selasa (13/1/2026).
Ia menuturkan, tekanan jual ini diperparah oleh pelemahan saham sektor komoditas dan energi seperti BUMI, DEWA, dan RAJA yang kembali menjadi pemberat indeks.
"Selain itu, sikap wait and see investor juga meningkat seiring masih tingginya ketidakpastian global, mulai dari arah kebijakan suku bunga global hingga dinamika geopolitik, sehingga membuat pasar rentan terhadap koreksi intraday," jelasnya.
Lebih lanjut, koreksi ke kisaran 8.887 dengan dominasi 444 saham melemah lebih tepat dipandang sebagai koreksi teknikal yang wajar dan sehat, bukan sinyal awal pembalikan tren secara struktural.
"Secara historis, setelah reli kuat, pasar memang membutuhkan fase pendinginan untuk menjaga keseimbangan antara valuasi dan fundamental. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support psikologis 8.800 hingga 8.850, maka koreksi ini cenderung bersifat konsolidatif," ujarnya.
Tren Jangka Menengah IHSG Masih Positif
Kendati demikian, Hendra menilai, struktur tren jangka menengah IHSG masih relatif positif, terutama karena saham-saham berkapitalisasi besar masih menunjukkan daya tahan dan belum mengalami tekanan jual ekstrem.
Di tengah pergerakan indeks yang bervariasi, analis melihat arah pasar ke depan masih akan cenderung fluktuatif dengan kecenderungan selektif. Investor mulai mengalihkan fokus dari pergerakan indeks semata ke saham-saham unggulan yang memiliki fundamental solid dan valuasi yang relatif atraktif.
"Saham-saham dalam indeks LQ45 dinilai tetap menarik, terutama emiten dengan kinerja keuangan stabil, arus kas kuat, serta eksposur domestik yang tinggi," ujarnya.
Strategi Stock Picking
Dia menuturkan, pada kondisi seperti ini, strategi stock picking menjadi lebih relevan dibandingkan sekadar mengikuti arah indeks, karena peluang keuntungan justru muncul dari saham-saham yang mampu bertahan atau rebound di tengah volatilitas pasar.
Untuk proyeksi sepekan ke depan, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi.
"Level teknikal yang menjadi perhatian utama pelaku pasar berada pada area support 8.800 hingga 8.850, sementara resistance terdekat berada di kisaran 9.000 hingga 9.050. Selama support tersebut mampu dijaga, peluang penguatan lanjutan masih terbuka meskipun dengan pola naik bertahap," pungkasnya.
Penutupan IHSG pada 12 Januari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 40 triliun.
Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.
IHSG sempat turun ke level terendah 8.715, dan berupaya berbalik arah menghijau. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG yang berupaya naik wajar setelah IHSG terkoreksi cukup dalam. “Diperkirakan para investor mengambil peluang pada saat tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menuturkan, IHSG yang sempat turun dalam dibebani oleh emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi kurang lebih 2%. Hal itu diperkirakan ada kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. “Saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif,” kata dia.
Tekanan ke IHSG
Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG sekitar 2% dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.
“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” tutur dia.
Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata dia.
Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur melemah 2,37%, dan catat koreksi terbesar. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,68%, sektor saham energi terpangkas 1,39%, dan sektor saham keuangan terperosok 1,04%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,58%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%. Di sisi lain, sektor saham industri dan consumer siklikal masing-masing naik 2,22%. Sektor saham basic bertambah 0,74%, sektor saham properti melesat 0,49% dan sektor saham transportasi melejit 0,75%.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2356650/original/083894300_1536729265-Foto_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473863/original/095168700_1768460325-RUPS_HUMI.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311524/original/034808100_1754886540-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_10.47.11__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020528/original/033868600_1578913889-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020525/original/089022300_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2710598/original/065226300_1548209577-20190122-Isi-Kantor-Baru-Google-di-Berlin-AFP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074968/original/085718000_1584006687-20200312-Wall-Street-3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365227/original/069533300_1759147359-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_18.52.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817919/original/067515000_1514865746-20180102-IHSG-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417790/original/054559700_1617321679-lo-lo-CeVj8lPBJSc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364295/original/033013800_1759056277-IMG-20250927-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366029/original/021275400_1759214006-Daihatsu-Copen-Variants_edit_129823537549460.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368063/original/066099000_1759334436-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373081/original/056862400_1759811879-Mercedes-Benz-CLA-Hot-Wheels-art-car-14-e1759739946207-1260x714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5383151/original/070161900_1760626344-Pembunuh_Wanita_Hamil_di_Kamar_Hotel_Palembang_Tertangkap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364977/original/081726500_1759132594-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_9.36.47_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3210944/original/096752400_1597631196-Bandara_Husein.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369232/original/046967000_1759460214-unnamed__26_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3126420/original/060041200_1589339869-WASKITA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367923/original/065475700_1759323662-IMG_2800.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)