9 Mitos Menarik tentang Makan Beras Merah

1 month ago 20

Liputan6.com, Bandung - Beras merah merupakan salah satu jenis beras yang populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya bagi mereka yang peduli terhadap pola hidup sehat. Beras ini diketahui memiliki kandungan nutrisi jauh lebih tinggi dari beras putih.

Kandungannya yang lebih tinggi tersebut menjadikan beras merah sering dipilih sebagai alternatif lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari terutama bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Selain itu, salah satu alasan utama mengapa beras merah banyak diminati karena kandungan seratnya yang tinggi. Serat ini bermanfaat dalam membantu sistem pencernaan, mengontrol kadar gula darah, dan memberi rasa kenyang lebih lama.

Bagi mereka yang sedang proses penurunan berat badan rasa kenyang lebih lama membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks, magnesium, dan zat besi dalam beras merah juga membantu menjaga energi tetap stabil.

Meskipun beras merah memiliki tekstur yang lebih keras dan rasa yang agak berbeda dibandingkan beras putih banyak orang yang mulai terbiasa dengan cita rasanya. Kemudian beras merah juga dianggap memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras putih.

Adapun di tengah-tengah masyarakat terutama di Indonesia sering kali terdapat mitos-mitos terkait mengonsumsi beras merah seperti berikut.

9 Mitos Menarik Tentang Makan Beras Merah

Melansir dari beberapa sumber, berikut ini mitos dan fakta menarik tentang makan beras merah bagi seseorang:

1. Beras merah hanya untuk orang sakit

Mengonsumsi beras merah cukup populer dengan mitos bahwa makanan ini hanya dikonsumsi oleh orang sakit seperti penderita diabetes atau bahkan orang yang sedang menjalani pengobatan.

Namun faktanya, beras merah bisa dikonsumsi oleh siapa saja termasuk untuk orang sehat karena kandungannya yang baik. Kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya baik untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

2. Beras merah tidak mengandung karbohidrat

Mitos terkait beras merah tidak mengandung karbohidrat merupakan informasi yang keliru karena beras merah tetap mengandung karbohidrat namun dalam bentuk kompleks dan tinggi serat.

Adapun karbohidrat kompleks tersebut yang membuat tubuh menyerap gula secara perlahan sehingga lebih stabil dan cocok untuk menjaga kadar gula darah.

3. Beras merah bisa menyembuhkan penyakit

Beras merah memang termasuk makanan yang sehat karena kaya akan nutrisi dan membantu mengontrol kondisi kesehatan tertentu. Namun, mitosnya bisa menyembuhkan penyakit adalah informasi yang keliru.

Faktanya beras merah tidak bisa menyembuhkan penyakit tetapi membantu menjaga metabolisme tubuh. Konsumsi beras merah secara teratur bisa menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mencegah risiko penyakit bukan menyembuhkannya secara langsung.

Selanjutnya

4. Rasanya hambar dan tidak enak

Mitos berikutnya yang populer di antara masyarakat adalah terkait rasa dari beras merah itu sendiri. Tidak sedikit orang beranggapan makanan ini memiliki rasa kurang sedap bahkan hambar.

Namun faktanya, beras merah justru memiliki rasa lebih gurih dan khas dan tekstur sedikit lebih kenyal. Adapun seseorang yang memasaknya dengan benar bisa menambah kenikmatan terutama jika dipadukan dengan lauk yang tepat.

5. Beras merah hanya untuk diet

Beras merah memiliki salah satu mitos yang populer di antara masyarakat yaitu sering digunakan sebagai menu diet sehingga kerap dikenal hanya disantap untuk orang-orang yang sedang diet.

Faktanya beras merah bisa disantap oleh semua kalangan tidak hanya untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Makanan ini bahkan cocok untuk orang biasa, lansia, hingga anak-anak yang ingin menjaga kesehatan dan pencernaan karena kandungannya.

6. Makan beras merah bisa langsung kurus

Meskipun beras merah sering digunakan dalam santapan orang-orang diet bukan berarti mengonsumsinya bisa membuat seseorang langsung kurus. Pasalnya tidak ada makanan yang bisa membuat seseorang langsung kurus.

Beras merah hanya membantu menjaga kesehatan dan pencernaan sehingga mendukung proses menurunkan berat badan jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur.

Mitos Berikutnya

7. Beras merah bikin tubuh lemas

Beras merah sering kali memiliki mitos membuat tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga. Padahal informasi tersebut sangat keliru karena energi yang dihasilkan oleh beras merah biasanya lebih stabil dan bertahan lama.

Kandungan karbohidrat kompleks dalam beras merah justru yang membuat energi dapat bertahan lebih lama. Seseorang yang mengonsumsinya menjadi tidak cepat lapar sehingga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

8. Tidak cocok untuk anak-anak

Mitos anak-anak tidak cocok mengonsumsi beras merah merupakan mitos sebab hidangan ini justru sering disarankan sebagai salah satu menu makanan sehatnya. Beras merah mengandung vitamin B, magnesium, dan zat besi yang penting untuk pertumbuhan.

9. Semua beras merah pasti sehat dan organik

Tidak semua beras merah sudah pasti sehat dan organik karena hal tersebut bergantung pada cara penanaman hingga pengolahannya. Masih ada di pasaran yang menjual beras organik dan tidak organik tergantung dari pilihan sang pembeli.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |