1 Jenazah Terakhir Korban KMP Tunu Pratama Jaya Berhasil Diidentifikasi, Berikut Identitasnya

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur bersama Seksi Dokkes Polresta Banyuwangi menyelesaikan proses identifikasi korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Seluruh 19 jenazah yang ditemukan berhasil teridentifikasi, termasuk satu jenazah terakhir atas nama Edi Purwanto (20), warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi

“Kami pastikan seluruh korban telah berhasil diidentifikasi melalui prosedur post mortem sesuai standar DVI. Malam ini kami sampaikan hasil akhir, sehingga keluarga korban bisa segera melakukan pemakaman dengan layak,” ujar Dr. dr. Tutik Purwati, Kaur Doksik Subbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, dalam keterangannya Selasa (19/8/2025).

Berdasarkan catatan tim DVI, jenazah atas nama Edi Purwanto, Proses identifikasi dilakukan sejak kedatangan jenazah pada 10 Juli 2025 hingga 13 Agustus 2025 melalui berbagai metode ilmiah, antara lain pemeriksaan gigi, sidik jari, DNA, hingga data antemortem keluarga.

19 Jenazah Berhasil Diidentifikasi

Dengan teridentifikasinya Edi Purwanto, maka total 19 jenazah korban KMP Tunu Pratama seluruhnya berhasil dikenali. Hal ini menandai rampungnya tugas tim DVI dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Selain memastikan identitas korban, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum dan psikologis bagi keluarga.

Dengan selesainya proses identifikasi, operasi DVI pada tragedi KMP Tunu Pratama Jaya resmi dinyatakan tuntas. Seluruh korban kini telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Akan Diangkat dari Selat Bali

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Juni 2025 lalu. Bangkai kapal dipastikan akan diangkat. Kepastian itu setelah tim survei pengangkat kapal datang meninjau lokasi, Selasa (12/8/2025).

Tim menyurvei titik kapal tenggelam sebelum pengangkatan dilakukan. Jika pengangkatan bangkai kapal benar-benar dilakukan, maka ini akan menjadi sejarah. Sebab selama ini, bangkai kapal yang tenggelam di Selat Bali belum pernah berhasil diangkat.

Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani, mengatakan, tim pengangkatan berasal dari PT Buto.

PT Buto adalah perusahaan yang bergerak di bidang kegiatan bawah laut. Perusahaan tersebut ditunjuk oleh pihak asuransi KMP Tunu Pratama Jaya.

"Hari ini kami mendampingi tim dari PT Buto yang akan melaksanakan pengangkatan kapal," kata Putu Selasa (12/8/2025).

Survei 4 Lokasi

Putu menjelaskan, tim pengangkat kapal menyurvei sekitar empat hingga lima titik di sekitar lokasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Sayangnya, ombak tinggi sempat membuat proses survei terkendala.

Setelah survei lokasi, pihak perusahaan pengangkat kapal masih akan menunggu surat perintah kerja (SPK). Jika SPK telah keluar, alat-alat dan mesin pengangkat akan didatangkan ke Selat Bali.

"Kemungkinan setelah antara seminggu atau dua minggu, setelah SPK dikeluarkan, baru dilaksanakan pengangkatan," ujarnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |