Wall Street Tersungkur Imbas Aksi Ambil Untung oleh Investor

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan saham Jumat, 29 Agustus 2025. Koreksi wall street terjadi seiring investor menarik sebagian dana menjelang akhir pekan yang panjang. Hal ini seiring rekor baru S&P 500 dan laba S&P 500 yang solid pekan ini.

Data inflasi terbaru menunjukkan kenaikan harga masih menjadi risiko jelang September. Mengutip CNBC, Sabtu (30/8/2025), indeks S&P 500 ditutup melemah 0,64% ke posisi 6.460,26.

Indeks tersebut mencatat kenaikan bulanan selama empat kali berturut-turut. Indeks Nasdaq melemah 1,15% dan ditutup ke posisi 21.455,55. Indeks Dow Jones merosot 92,02 poin atau 0,20% dan ditutup ke posisi 45.544,88.

Core Personal Consumption Expenditure (Core CPE), ukuran inflasi utama yang dipantau oleh the Federal Reserve (the Fed) yang tidak termasuk biaya pangan dan energi, naik 2,9% pada Juli.

Hal ini sesuai dengan harapan tetapi mengalami akselerasi dari bulan sebelumnya dan merupakan level tertinggi sejak Februari.

"The Fed membuka peluang untuk penurunan suku bunga, tetapi besarnya peluang tersebut akan bergantung pada apakah pelemahan pasar tenaga kerja terus terlihat sebagai risiko yang lebih besar dari pada kenaikan inflasi," ujar Chief Economic Strategist Morgan Stanley Wealth Management, Ellen Zentner.

Aksi Ambil Untung

"Indeks harga PCE yang sesuai hari ini akan tetap menjadi fokus pasar tenaga kerja. Untuk saat ini, peluang penurunan suku bunga pada September masih terbuka,” kata dia.

Mengingat ekuitas sudah berada di bawah tekanan menjelang rilis data PCE, Ross Mayfield dari Baird yakin penurunan hari ini lebih berkaitan dengan kinerja pasar baru-baru ini. Saham-saham baru saja pulih dari sesi perdagangan yang positif, dengan S&P 500 ditutup di atas level 6.500 untuk pertama kalinya pada Kamis.

"Angka PCE baik-baik saja, tetapi ada sedikit tekanan pendapatan dan mungkin sedikit aksi ambil untung setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa," kata ahli strategi investasi perusahaan tersebut dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Kinerja Agustus 2025

Meskipun mengalami kerugian pada Jumat, indeks-indeks tersebut menutup Agustus dengan keuntungan yang solid. Indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham mencatat kenaikan lebih dari 3% pada Agustus, sementara S&P 500 mencatat kenaikan hampir 2%. Nasdaq yang didominasi saham teknologi mengalami kenaikan sebesar 1,6% pada Agustus.

Pasar mencapai titik tertinggi baru di akhir pekan panjang dan bulan yang secara historis merupakan bulan yang buruk bagi indeks acuan utama. September merupakan bulan dengan kerugian terbesar bagi S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq sejak 1950, menurut The Stock Trader’s Almanac.

S&P 500 khususnya telah mengalami kinerja September yang sangat lemah selama 10 tahun terakhir, menurut Bespoke. Indeks pasar secara umum rata-rata mengalami penurunan sebesar 0,7% untuk bulan tersebut.

Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan bervariasi pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini berbeda dengan wall street dengan investor mencermati data ekonomi dari Jepang.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26% menjadi 42.718,47, sementara Topix turun 0,47% menjadi 3.075,18 setelah harga konsumen inti di Tokyo naik lebih lambat pada Agustus. IHK inti Tokyo, yang tidak memasukkan makanan segar tetapi energi, naik 2,5% dari tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan ekonom Reuters, dan menurun dari kenaikan 2,9% pada Juli. Namun, angka tersebut tetap di atas target Bank of Japan sebesar 2%.

Tingkat pengangguran Jepang juga turun menjadi 2,3% pada Juli, turun dari 2,5% di bulan sebelumnya.

Indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,32% menjadi 3.186,01, sementara Indeks Kosdaq melemah 0,19% menjadi 796,91 setelah mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dilaporkan didakwa atas tuduhan korupsi dan penyuapan.

Indeks Saham Acuan Lainnya

Kim adalah istri mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang dicopot dari jabatannya dan ditangkap awal tahun ini karena penerapan darurat militer yang singkat. Won Korea Selatan melemah 0,15% menjadi 1.387,38 terhadap dolar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia stagnan di 8.973,1. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,45% menjadi 25.110,7, sementara CSI 300 Tiongkok daratan naik 0,74% dan ditutup pada 4.496,76.

Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai ke-25 akhir pekan ini di Tianjin. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Modi ke Tiongkok dalam tujuh tahun.

New Delhi dan Beijing kemungkinan akan mengadakan pembicaraan di Tianjin, mengingat Kementerian Luar Negeri India telah mengisyaratkan kemungkinan pertemuan bilateral di sela-sela KTT tersebut.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |