Liputan6.com, Jakarta PT Astra International Tbk (ASII) menegaskan strategi konsisten dalam menghadapi persaingan di industri otomotif, termasuk dengan masuknya produsen kendaraan listrik (EV) asal China ke pasar Indonesia.
Direktur Astra International, Henry Tanoto, menyebut kompetisi merupakan hal yang wajar dan justru memberikan dampak positif bagi konsumen maupun industri otomotif nasional.
“Kalau kita bicara tentang persaingan, sebenarnya memang persaingan itu kan selalu ada, terutama di industri otomotif. Dan sebenarnya itu menurut kami bagus untuk konsumen dan juga tentu saja bagus untuk industri otomotif di Indonesia juga,” ujar Henry dalam konferensi pers, Rabu (27/8/2025).
Ia menjelaskan, strategi Astra tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menyesuaikan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi daya beli, preferensi produk, maupun kesiapan infrastruktur di tiap wilayah.
“Kita menyediakan produk yang lengkap ya, dari mulai ICE, hybrid, plug-in hybrid, hingga BEV. Baru-baru ini kita juga menambahkan line-up, yaitu New BZ4X Local Production dan Urban Cruiser BEV, yang harapannya bisa diperkenalkan di tahun ini,” jelasnya.
Selain produk, Astra juga mengandalkan ekosistem layanan, mulai dari jaringan dealer yang tersebar dari Sumatra hingga Papua, pembiayaan, asuransi, hingga layanan after sales dan trade-in. Menurut Henry, ekosistem inilah yang menjaga nilai jual kembali kendaraan Astra tetap terjaga.
Dengan strategi tersebut, Astra optimistis mampu beradaptasi dengan cepat di tengah transisi energi dan perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat. Perusahaan menargetkan tetap menjadi pilihan utama konsumen di Indonesia meski persaingan semakin ketat.
IHSG Hari Ini 27 Agustus 2025 Menghijau, Cek Rekomendasi Sahamnya
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Rabu (27/8/2025). Kenaikan IHSG mengikuti wall street dan sektor saham yang bervariasi.
Mengutip data RTI hari ini, IHSG hari ini dibuka naik 18 poin ke posisi 7.923 dari penutupan sebelumnya 7.905. Pada pukul 09.26 WIB, IHSG menguat terbatas 0,14% ke posisi 7.916. Indeks LQ45 melemah 0,18% ke posisi 815. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.927,35 dan level terendah 7.894,75.
Sebanyak 284 saham menguat dan 222 saham melemah. 173 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 453.668 kali dengan volume perdagangan 7,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.326.
Sektor saham bervariasi. Sektor saham infrastruktur naik 0,92%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti bertambah 0,58%. Sementara itu, sektor saham energi naik 0,09%, sektor saham basic mendaki 0,34%, sektor saham industri menanjak 0,46%.
Selain itu, sektor saham transportasi bertambah 0,29%. Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,13%, sektor saham siklikal terpangkas 0,65%, sektor saham kesehatan merosot 0,18%, sektor saham keuangan susut 0,36%, dan sektor saham teknologi melemah 0,45%.
Gerak Saham
Pada perdagangan Rabu pekan ini, saham ASII melonjak 0,44% ke posisi Rp 5.650 per saham. Harga saham ASII dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 5.650 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 5.725 dan level terendah Rp 5.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.674 kali dengan volume perdaganga 5.923 saham. Nilai transaksi Rp 33,5 miliar.
Harga saham WIFI melambung 7,32% ke posisi Rp 3.080 per saham. Harga saham WIFI dibuka bertambah 20 poin ke posisi Rp 2.890 per saham. Saham WIFI berada di level tertinggi Rp 3.130 dan terendah Rp 2.880 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.691 kali dengan volume perdagangan 1.388.766 saham. Nilai transaksi Rp 417,4 miliar.
Sementara itu, harga saham PTRO susut 0,25% ke posisi Rp 4.000 per saham. Harga saham PTRO dibuka turun ke posisi Rp 3.970 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 4.030 dan terendah Rp 3.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.984 kali dengan volume perdagangan 128.039 saham. Nilai transaksi Rp 51,2 miliar.