Liputan6.com, Jakarta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan dan Pengembangan Kualitas Pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Melalui Kesepakatan Bersama ini, Pemkab Bekasi dan SIG akan bekerja sama dalam pembangunan hunian dan infrastruktur berkualitas, serta berkolaborasi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi, untuk menunjang kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bekasi.
Kesepakatan Bersama antara Pemkab Bekasi dan SIG akan terlaksana untuk mendukung perwujudan Visi dan Misi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera, juga mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan infrastruktur demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyatakan bahwa SIG siap untuk mendukung Pemkab Bekasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bekasi. Hal ini sejalan dengan misi SIG yaitu menerapkan standar terbaik untuk menjamin kualitas bahan bangunan dengan tetap berfokus pada perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
SIG juga siap mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang memiliki peranan penting dalam aktivitas pembangunan. Dengan sumber daya manusia yang mumpuni tentang standar kualitas dan aspek pembangunan yang berkelanjutan, maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembangunan, khususnya di Kabupaten Bekasi.
“Melalui Kesepakatan Bersama ini, kami berharap SIG dan Pemkab Bekasi dapat bekerja sama dan menyusun kesepakatan yang lebih khusus dan detail untuk mendorong peningkatan dan pengembangan kualitas pembangunan di Kabupaten Bekasi agar lebih cepat terwujud,” kata Indrieffouny Indra.
Peningkatan Inovasi
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang mengatakan bahwa kerja sama antara BUMN dengan pemerintah daerah dalam bidang infrastruktur ini mendorong peningkatan inovasi dan teknologi di bidang infrastruktur jalan, bangunan, perumahan rakyat dan lain-lain.
”Hari ini Kabupaten Bekasi menandai inovasi dalam pembangunan secara berkelanjutan. Tentunya pembangunan ini membutuhkan sumber daya, salah satunya bahan bangunan seperti semen. Kami butuh semen yang bagus dan SIG memiliki produk semen yang berkualitas untuk menopang kekokohan infrastruktur di Kabupaten Bekasi. Kami juga mengharapkan dukungan SIG untuk ikut berkontribusi dalam membangun Kabupaten Bekasi melalui program CSR (Corporate Social Responsibility),” kata Ade Kuswara Kunang.
Melihat Rapor Kinerja Emiten Semen hingga Juni 2025
Sebelumnya, dari lima emiten semen, empat di antaranya telah melaporkan kinerja keuangan semester I 2025. Tiga emiten semen kompak mencatat penurunan penjualan hingga Juni 2025.
Di antara emiten semen, hanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMBC) yang belum merilis laporan keuangan semester I 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (15/8/2025), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan pendapatan Rp 8,032 triliun hingga Juni 2025. Pendapatan turun tipis 1,13% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,12 triliun.
Pendapatan meski turun tipis, Perseroan masih mencatat pertumbuhan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 13,9% menjadi Rp 494,75 miliar hingga Juni 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba Perseroan tercatat Rp 434,70 miliar.
Selain itu, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatat pendapatan Rp 1,09 triliun hingga Juni 2025. Pendapatan Perseroan naik 30,95 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 835,17 miliar.
Di sisi lain, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 988,25% menjadi Rp 79,62 miliar hingga semester I 2025. Pada periode semester I 2024 tercatat Rp 7,31 miliar.
Kinerja Emiten Semen Lainnya
Sementara itu, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) meraup penjualan Rp 4,06 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,16 triliun.
Perseroan mampu menekan rugi 60,7% menjadi Rp 168,22 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 428,30 miliar.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan di keterbukaan informasi BEI, Perseroan menyatakan pendapatan turun tipis akibat pelemahan kinerja anak usaha di Vietnam dan anak usaha lainnya yang masih terdampak dinamika pasar.
“Namun, bisnis inti semen di Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan, didorong oleh peningkatan volume penjualan di pasar domestik dan ekspor,” demikian seperti dikutip.
Meskipun volume tumbuh positif harga jual rata-rata masih tertekan karena pasar domestik belum sepenuhnya pulih. Di sisi operasional, Perseroan tetap fokus pada efisiensi biaya melalui optimalisasi rantai pasok, pemanfaatan infrastruktur logistik internal seperti terminal dan pabrik pengemasan, serta perbaikan perencanaan distribusi.