Liputan6.com, Jakarta - Saham emiten Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menggelar stock split atau pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:10 pada Selasa, (15/7/2025).
Pelaksanaan stock split ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025.
Dengan stock split tersebut, nilai nominal saham Perseroan dari Rp 200 menjadi 10 saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan yang semula sebanyak 11.241.890.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 200 per saham akan naik menjadi maksimal 112.418.900.000 saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Adapun perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp 20 per saham di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 Juli 2025. Sedangkan di pasar tunai, perdagangan saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham dilakukan pada 17 Juli 2025.
Pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa pekan ini, harga saham CUAN ditutup turun 2,37% ke posisi Rp 1.650 per saham. Harga saham CUAN dibuka susut 50 poin ke posisi Rp 1.640 per saham. Saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.795 dan level terendah Rp 1.580 per saham. Total frekuensi perdagangan 114.486 kali dengan volume perdagangan 5.513.205 saham. Nilai transaksi Rp 931 miliar. Demikian mengutip data RTI.
Pada sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 0,17% ke posisi 7.109,33. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.161,83 dan level terendah 7.079. Sebanyak 356 saham melemah dan 228 saham menguat. 213 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.133.145 kali dengan volume perdagangan 13,9 miliar saham. Nilai transaksi Rp 9,5 triliun.
Kekayaan Prajogo Pangestu
Di sisi lain, kekayaan Prajogo Pangestu melonjak berdasakan real time net worth Forbes pada Selasa pekan ini. Kekayaan Prajogo Pangestu naik 16,51% atau USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 74,91 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.285) menjadi USD 32,4 miliar atau sekitar Rp 527,63 triliun.
Prajogo Pangestu berada di posisi ke-59 dari daftar orang terkaya versi Forbes. Sedangkan di antara orang terkaya Indonesia, posisi Prajogo Pangestu berada di posisi dua.
Sumber Kekayaan Prajogo Pangestu
Sumber kekayaan utama Prajogo Pangestu berasal dari sektor petrokimia, energi, dan investasi.
Prajogo Pangestu mulai bisnis pada akhir 1970-an. Salah satu perusahaan yang dimilikinya yakni Barito Pacific Timber go public pada 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada 2007.
Dikutip dari Forbes, pada 2007, Barito Pacific akuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Thaioil akuisisi 15 persen saham Chandra Asri pada Juli 2021.
Setelah perusahaan pertambangan batu bara Petrindo Jaya Kreasi go public pada Maret 2023, Prajogo Pangestu membawa perusahaan energi terbarukan, Barito Renewables Energy mencatatkan saham di BEI pada Oktober 2023.