Liputan6.com, Jakarta Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dinilai masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek, didorong oleh tingginya permintaan di pasar serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan di sektor logistik dan konektivitas maritim.
Vice President Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengatakan bahwa minat terhadap saham CDIA masih tinggi, baik di pasar reguler maupun pasar negosiasi. Ia mencatat adanya best bid di level 1.200 pada pukul 11.53 WIB, menjadi indikator kuat bahwa aksi beli masih berlanjut.
“Kami berpandangan penguatan CDIA masih berpotensi terjadi seiring dengan demand di pasar reguler dan di pasar nego yang masih tinggi (best bid di level 1.200 per 11.53),” ujar Oktavianus, kepada Liputan6.com Senin (15/7/2025).
Ia menambahkan, penguatan saham CDIA dalam jangka pendek berpotensi mengarah ke level 620, sejalan dengan tren positif dari kinerja sektor logistik dan maritim yang terus menunjukkan pertumbuhan eksponensial.
Dalam jangka panjang, menurut Oktavianus, keberhasilan CDIA dalam menjaga struktur keuangan yang sehat akan menjadi keunggulan tersendiri di tengah persaingan pasar yang kompetitif.
“Jika CDIA berhasil menjaga leverage rendah dan funding 100% dari IPO, maka ini akan menjadi keunggulan dalam jangka yang lebih panjang,” lanjutnya.
Dengan kombinasi antara kekuatan permintaan pasar dan strategi keuangan yang konservatif, saham CDIA dinilai menarik untuk dicermati oleh para investor yang memburu peluang pertumbuhan dari sektor logistik dan konektivitas nasional.
IHSG Dibuka Menguat Hari Ini 14 Juli 2025, Tapi Analis Sebut Rentan Tekanan
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan ke zona hijau pada perdagangan di awal pekan ini, Senin (14/7/2025).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 7.130,53 dari penutupan terakhir di posisi 7.047,43. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 0,53% ke posisi 7.080,99.
Sebagian besar indeks saham acuan justru melemah. indeks LQ45 turun 0,90 persen ke posisi 779,32.
Pada perdagangan Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.136,29 dan level terendah 7.076,15. Sebanyak 207 saham menguat sehingga angkat IHSG. Sementara itu, 258 saham melemah dan 204 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 295.424 kali dengan volume perdagangan 3,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.220.
Mayoritas sektor saham terbakar, hanya ada beberapa yang mengjijau yaitu energi, industri dasar, infrastruktur dan transportasi. Penguatan tertinggi dibukukan sektor infrasturktur dengan naik 3,10 persen.
Sedangkan pelemahan tertinggi adalah sektor keuangan dengan turun 0,75 persen.
Prediksi IHSG Hari Ini 14 Juli 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan Senin (14/7/2025). IHSG hari ini mencoba menguji level support 7.000.
IHSG naik 0,6% dan disertasi dengan aksi beli saham oleh investor asing pada Jumat, 11 Juli 2025.
"IHSG berpotensi koreksi hari ini untuk tes support di 7.000 dan jika kuat bertahan di atas 7.000, berpotensi melanjutkan kenaikan ke 7.100-7.200 middle term,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.950-7.000 dan level resistance 7.080-7.100 pada perdagangan Senin pekan ini.
Sementara itu, dalam Kiwoom Research menyebutkan, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan ke arah target 7.100-7.200.
Hal ini seiring sentimen bullish masih akan bertahan di pasar seiring MSCI resmi mencabut perlakuan khusus terhadap saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO) dalam peninjauan indeks MSCI pada Agustus 2025 dengan tidak lagi mempertimbangkan kejadian unusual market activity (UMA) atau FCA dan evaluasi BREN secara normal berdasarkan metodologi MSCI.
Dengan keputusan MSCI, Kiwoom Research menyebutkan ada harapan aliran dana asing akan makin deras masuk ke pasar Indonesia.