Prediksi IHSG Hari Ini 27 Agustus 2025, Berpeluang Naik Imbas Rebalancing MSCI

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan Rabu, (27/8/2025). Kenaikan IHSG hari ini akan didorong rebalancing MSCI.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,27% pada perdagangan saham Selasa, 26 Agustus 2025. Koreksi IHSG terjadi di tengah aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp 1,77 triliun.

“IHSG berpotensi rebound hari ini setelah rebalancing MSCI kemarin,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu pekan ini.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.850-7.880 dan level resistance 7.940-7.980 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasru Tanar menuturkan, IHSG menunggu konfirmasi menguat di tengah tekanan moderat. IHSG berpeluang menguat jika level support 7.827 terjaga. Akan tetapi risiko koreksi ke 7.782 terbuka jika level ini ditembus.

Tasrul menuturkan, volume perdagangan harian mencapai 550.143.804, jauh di atas rata-rata 292.489.215, dan data tambahan menunjukkan 448.527,491 lebih tinggi dari rata-rata 283.414.498, mencerminkan aktivitas meningkat meski cenderung distribusi.

“Selama bertahan di atas 7.827, peluang uji resistance 7.962–8.003 masih ada, sementara penembusan di bawah level kritis membuka jalan koreksi lebih dalam,” ujar dia.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Amman Mineral Tbk (AMMN), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO).

Rekomendasi Saham

Trading Idea hari ini: GOTO, PNLF, MBMA, AMMN, BKSL, dan GZCO

  • GOTO Spec Buy dengan area beli di 60-61, cutloss di bawah 59. Target dekat di 63-66.
  • PNLF Spec Buy dengan area beli di 262-264, cutloss di bawah 260. Target dekat di 270-278.
  • MBMA Spec Buy dengan area beli di 404-410, cutloss di bawah 400. Target dekat di 416-424.
  • AMMN Spec Buy dengan area beli di 7950-8075, cutloss di bawah 7800. Target dekat di 8250-8375.
  • BKSL Spec Buy dengan area beli di 144-146, cutloss di bawah 141. Target dekat di 150-152.
  • GZCO Spec Buy dengan area beli di 132-134, cutloss di bawah 130. Target dekat di 136-141.  

Penutupan IHSG pada 26 Agustus 2025

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/8/2025), sejalan dengan tekanan di bursa Asia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap China.

IHSG terkoreksi 21,15 poin atau 0,27 persen ke level 7.905,76. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun lebih dalam, yakni 11,31 poin atau 1,36 persen ke 817,61.

“Sentimen negatif antara lain berasal dari koreksi indeks bursa regional Asia,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dikutip dari Antara.

Mayoritas pasar saham Asia memang ditutup di zona merah setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif impor hingga 200 persen apabila China tidak mengekspor mineral tanah jarang ke AS. Ia juga mengingatkan potensi pengenaan tarif bagi negara-negara yang tetap memberlakukan pajak digital.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pertemuan antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan yang bulan lalu menetapkan tarif impor 15 persen atas ekspor Korea Selatan ke Negeri Paman Sam.

Dari AS, kabar lain datang dari bank sentral setelah Trump memutuskan memberhentikan Lisa Cook dari jabatannya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed.

Serangan Ukraina Meningkat

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Rusia telah membuat “konsesi signifikan” untuk mendorong negosiasi damai dalam perang yang telah berlangsung lebih dari 3,5 tahun.

Namun, di sisi lain, Ukraina terus meningkatkan serangan. Serangan drone pada Minggu lalu memicu kebakaran besar di terminal ekspor bahan bakar Ust-Luga, serta melumpuhkan kilang Novoshakhtinsk yang memiliki kapasitas produksi sekitar 100.000 barel per hari.

Meski ada ancaman gangguan pasokan dari Rusia, pasar juga dipengaruhi oleh pembatalan pemangkasan produksi OPEC+, yang justru menambah jutaan barel minyak ke pasar global.

“Faktor ini sedikit mengimbangi kekhawatiran pasokan,” jelas Kepala analis komoditas Saxo Bank Ole Hansen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |