Pengelola Alfamart Investasi di Usaha Limbah Minyak Jelantah, Segini Nilainya

1 month ago 30

Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten pengelola Alfamart investasi di PT Noovelum Indonesia Investama, perusahaan yang bergerak di usaha pengelolaan dan solusi pengumpulan limbah minyak jelantah sebesar USD 1 juta. Jumlah itu setara Rp 16,26 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.261).

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (8/7/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menandatangani suatu perjanjian investasi dengan PT Noovoleum Indonesia Investama pada 26 Juni 2025. Penandatanganan perjanjian itu seiring Perseroan mengambil bagian saham atau non-controlling. Adapun PT Noovoleum Indonesia Investama adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan dan solusi pengumpulan limbah minyak jelantah yang berdomisili di Jakarta.

"Tujuan investasi adalah memperoleh peluang investasi disamping kerja sama sinergi bisnis,” tulis Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tomin Widian dalam keterbukaan informasi BEI.

Adapun transaksi ini tidak termasuk dalam transaksi yang tergolong ke dalam ketentuan dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 8 Juli 2025, harga saham AMRT turun 1,25% ke posisi Rp 2.370 per saham. Harga saham AMRT dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.410 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 2.440 dan level terendah Rp 2.330 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.151 kali dengan volume perdagangan 271.897 saham. Nilai transaksi Rp 64,7 miliar.

IPO, Perusahaan Pemilik Alfamart Djoko Susanto B-Log Bidik Dana Rp 152 Miliar

Sebelumnya,  PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) atau B-Log, perusahaan bergerak di usaha logistic yang terjadi atas jasa pengangkutan dan pergudangan akan menawarkan saham perdana ke public atau initial public offering (IPO).

Mengutip laman e-ipo, Sabtu (21/6/2025), perusahaan milik orang terkaya Indonesia Djoko Susanto ini menawarkan saham perdana ke publik sebesar 563.247.900 saham atau 563,24 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang dilepas itu setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga saham yang ditawarkan Rp 240-270 per saham. Dengan demikian, dana IPO yang akan didapatkan maksimal Rp 152,07 miliar.

Perseroan akan memakai dana IPO sekitar 67% untuk tambahan setoran modal ke PT Simpan Sini Aja (SSA), entitas anak yang akan digunakan oleh SSA untuk pembiayaan pembangunan tiga gudang pendingin yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar.

Ketiga gudang pendingin di lokasi itu memiliki spesifikasi sama antara lain ruang penyimpanan yang terdiri dari tiga suhu yakni suhu ruang, suhu dingin, dan suhu beku. Selain itu gudang itu memiliki kapasitas antara 750-3.000 pallet position.

Selain itu, dana IPO sekitar 33% akan dipakai untuk pembelian sekitar 75-100 unit kendaraan dengan spesifikasi light truck termasuk karoseri tipe cold dan dry dengan kisaran harga Rp 500 juta-Rp 750 juta per unit.

Pembelian unit kendaraan tersebut masuk ke dalam rencana ekspansi bisnis Perseroan dimana unit kendaraan tersebut akan digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan khususnya untuk melayani kebutuhan pelanggan Perseroan.

Kinerja Keuangan

Hingga 31 Desember 2024, Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik menjadi Rp 111,86 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 102,48 miliar.

Sedangkan pendapatan naik menjadi Rp 1,07 triliun hingga 31 Desember 2024 dari Desember 2023 sebesar Rp 966,71 miliar.

Perseroan membukukan ekuitas Rp 387,90 miliar hingga 2024 dari 2023 sebesar Rp 375,86 miliar. Liabilitas tercatat naik menjadi Rp 328,59 miliar hingga Desember 2024 dari Desember 2023 sebesar Rp 262,72 miliar. Total aset Perseroan naik menjadi Rp 716,50 miliar hingga Desember 2024 dari 2023 sebesar Rp 638,58 miliar. Perseroan mencatat kas dan setara kas Rp 29 miliar dari 2023 sebesar Rp 81,76 miliar.

Kebijakan Dividen

Untuk kebijakan dividen, mulai tahun buku 2025, Perseroan akan membayar dividen tunai kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham.

Hal itu dengan ketentuan persentase dividen tunai terhadap laba bersih maksimal 50% dari laba bersih tahun berjalan. Namun, apabila diperlukan dari waktu ke waktu Perseroan dapat tidak membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan.

Direksi dapat mengubah kebijakan dividen sewaktu-waktu sepanjang mendapat persetujuan dari para Pemegang Saham dalam RUPS. Pembayaran dividen akan dilakukan dalam Rupiah. Walaupun demikian, penentuan jumlah dan pembayaran dividen tersebut, jika ada, akan bergantung pada rekomendasi dari Direksi Perseroan dengan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain:

1. Kemampuan kas Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan;

2. Hasil operasi dan kondisi keuangan Perseroan;

3. Keuntungan dari Perseroan dan/atau pembagian dividen yang diterima Perseroan;

4. Rencana investasi Perseroan dan/atau Entitas Anak di masa mendatang;

5. Prospek usaha Perseroan di masa mendatang.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |