Liputan6.com, Jakarta - Orang terkaya di India, Mukesh Ambani pada Jumat, 29 Agustus 2025 mengumumkan rencana membawa operator telekomunikasi terbesar di India Reliance Jio Infocomm untuk menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) semester I 2026.
Mengutip CNBC, Sabtu (30/9/2025), Ambani menuturkan, total basis pengguna Jio yang mulai beroperasi pada 2026 kini telah melampaui 500 juta. Demikian disampaikan Mukesh Ambani kepada pemegang saham melalui konferensi video pada Jumat pekan ini.
“Hanya seminggu dari sekarang, Jio akan memasuki tahun ke-10 layanannya bagi bangsa. Jika menengok ke belakang, tahun-tahun ini merupakan tahun-tahun paling gemilang dalam sejarah digital India,” ujar Ambani.
Reliance Industries, yang dikendalikan oleh Ambani, memegang 66,5% saham di Jio Platforms Ltd, yang selanjutnya memiliki seluruh saham Reliance Jio Infocomm.
Dalam waktu dekat, Ambani mengatakan Jio bertujuan untuk memperluas operasinya ke luar India. Ia tidak memberikan tenggat waktu untuk ekspansi usaha itu.
Ambani juga mengumumkan dua kemitraan AI: satu dengan Google, yang bertujuan menyediakan layanan bagi pengembang, perusahaan rintisan, dan perusahaan.
Induk dari semua IPO di India
Kerja sama kedua adalah usaha patungan senilai USD 100 juta atau Rp 1,64 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.435) yang akan membangun dan meningkatkan skala solusi AI bagi perusahaan.
Bulan lalu, Bloomberg melaporkan Reliance Industries berencana menjual 5% saham Jio, kurang dari 25% saham yang lazim di India. Langkah tersebut dapat meraup USD 6 miliar atau Rp 98,5 triliun, menjadikannya penawaran umum perdana terbesar di India sejak debut Hyundai Motors India senilai USD 3,3 miliar atau Rp 54,1 triliun pada Oktober tahun lalu.
Pesaing terdekat Reliance Jio, Bharti Airtel, memiliki nilai pasar USD 128,7 miliar atau Rp 2.113 triliun dan diperdagangkan dengan rasio harga terhadap pendapatan sebesar 31,92, menurut data LSEG.
Valuasi Jio
Laporan BofA Global Research baru-baru ini menilai Jio senilai USD 115 miliar atau Rp 1.889 triliun, berdasarkan proyeksi arus kasnya, sementara memperkirakan bisnis seluler Bharat Airtel di India bernilai USD 124 miliar atau Rp 2.037 triliun.
Pada 21 Agustus, regulator pasar India mengusulkan pelonggaran aturan pencatatan untuk transaksi besar. Perubahan ini akan memungkinkan perusahaan dengan valuasi 1 triliun rupee dan 5 triliun rupee untuk mengajukan penawaran wajib masing-masing hanya 2,75% dan 2,5%, dibandingkan dengan persyaratan minimum saat ini sebesar 5%.
IPO yang melebihi USD 6 miliar atau Rp 98,5 triliun kemungkinan terlalu besar untuk diserap pasar India. Penawaran umum perdana saham Hyundai Motors India mengalami kelebihan permintaan lebih dari dua kali lipat, sebagian besar oleh investor institusional, sementara permintaan ritel tidak mengesankan.
Daftar 10 Orang Terkaya di Asia versi Forbes, Mukesh Ambani Nomor Satu
Sebelumnya, lanskap kekayaan yang dinamis di Asia secara konsisten telah menarik perhatian global. Dari daftar orang terkaya di Asia tersebut menorehkan prestasi dalam daftar miliarder versi Forbes secara real time.
Mengutip Forbes India, Sabtu (26/4/2025), pada April 2025, jika melihat data Forbes, 10 orang terkaya di Asia didominasi asal India dan China. Mukesh Ambani memimpin dengan total kekayaan USD 97,3 miliar atau sekitar Rp 1.636 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.824 pada 21 April 2025).
Mukesh Ambani sebagai Chairman Reliance Industries yang memiliki bisnis beragam antara lain di petrokimia, minyak dan gas, telekomunikasi, ritel, media dan layanan keuangan.
Reliance didirikan oleh mendiang ayah Mukesh Ambani yakni Dhirubhai Ambani, seorang pedagang bebang pada 1966 sebagai produsen tekstik kecil. Setelah ayahnya meninggal pada 2022, Ambani dan adiknya Anil membagi kerajaan bisnis.
Posisi Selanjutnya
Posisi kedua dipegang orang terkaya asal China yakni salah satu pendiri TikTok Zhang Yiming. Kekayaan Zhang Yiming mencapai USD 65,5 miliar atau sekitar Rp 1.101 triliun.
Zhang Yiming merupakan salah satu pendirik perusahaan teknologi ByteDance yang terkenal dengan TikTok. TikTok salah satu media sosial yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di dunia. Perusahaan ini juga memiliki minat dalam e-commerce, pendidikan, permainan dan berita.
Zhang Yimin mengundurkan diri sebagai Chairman ByteDance pada 2021 setelah mengundurkan diri sebagai CEO awal tahun itu.
Selanjutnya di posisi ketiga orang terkaya di Asia ditempat Gautam Adani. Orang terkaya asal India ini mencatat kekayaan USD 63,5 miliar atau sekitar Rp 1.068 triliun.
Ia adalah chairman grup Adani yang bergerak di bisnis pelabuhan, bandara, pembangkit listrik dan transmisi, energi hijau dan lainnya. Grup Adani dimulai pada 1988 sebagai perusahaan perdagangan komoditas yang berkembang melalui akuisisi dan dukungan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Adapun Adani adalah operator bandara terbesar di India dan juga mengendalikan Pelabuhan Mundra, terbesar di India.