Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menawarkan obligasi tahap II tahun 2025 sebesar Rp 1 triliun. Tawaran obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Mayora Indah dengan target dana yang dihimpun Rp 2,5 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (24/8/2025), PT Mayora Indah Tbk menawarkan obligasi dengan dua seri. Pertama, seri A, obligasi yang ditawarkan bertenor lima tahun sebesar Rp 700 miliar. Tingkat bunga yang ditawarkan sebesar 6,5%. Kedua, seri B bertenor tujuh tahun sebesar Rp 300 miliar. Tingkat bunga yang ditawarkan 6,7%.
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.
"Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 10 Desember 2025. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal 10 September 2030 untuk seri A dan 10 September 2032 untuk seri B,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Jadwal Penawaran Obligasi
Obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo. Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas. Yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Permata Tbk.
“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk modal kerja kegiatan usaha Perseroan yang terdiri dari pembelian bahan baku, bahan penolong dan biaya operasional,” demikian seperti dikutip.
Berikut jadwal penawaran obligasi antara lain:
- Tanggal efektif pada 28 Juni 2025
- Masa penawaran umum pada pada 3-4 September 2025
- Tanggal penjatahan pada 8 September 2025
- Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 10 September 2025
- Tanggal distribusi secara elektrobik pada 10 September 2025
- Tanggal pencatatan pada BEI pada 11 September 2025
Kinerja Semester I 2025
Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan kinerja keuangan beragam hingga semester I 2025. Hingga Juni 2025, Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan bersih tetapi laba melemah.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/8/2025), PT Mayora Indah Tbk mencatat penjualan bersih Rp 17,79 triliun hingga Juni 2025. Penjualan Perseroan naik 9,69% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,22 triliun.
Beban pokok penjualan Rp 14,01 triliun hingga semester I 2025, atau naik 16,51% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,03 triliun. Dengan demikian, Mayora meraup laba kotor Rp 3,77 trilun hingga Juni 2025. Laba kotor susut 9,86% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,19 trliun.
Aset Perseroan
Beban usaha bertambah menjadi Rp 2,23 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 2,18 triliun. Laba usaha pun susut 23,45% menjadi Rp 1,53 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2 triliun.
Seiring hal itu laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 32,08% menjadi Rp 1,16 triliun dari semester I 2024 sebesar Rp 1,71 triliun. Perseroan mencatat laba per saham Rp 52 per saham dari sebelumnya Rp 77 per saham.
Ekuitas Perseroan turun menjadi Rp 16,92 triliun hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,10 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 13,31 triliun hingga semester I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 12,62 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 30,23 triliun dari Desember 2024 sebesar Rp 29,72 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 5,18 triliun.