Laporan Keuangan Nvidia Bakal jadi Perhatian di Wall Street

5 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Setelah pidato ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell memberi isyarat bakal menurunkan suku bunga pada September 2025 pada pekan lalu, laporan keuangan Nvidia akan mewarnai bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (25/8/2025), rilis laporan keuangan kuartalan Nvidia setelah bel penutupan perdagangan pada Rabu pekan ini.

Selain Nvidia, sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan antara lain Dell, Dick’s Sporting Goods, Best Buy, Dollar General dan Abercrombie & Fitch.

Pada pekan ini juga akan rilis pembaruan mengenai inflasi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), penjualan rumah dan sentimen konsumen.

Di sisi lain, harapan penurunan suku bunga pada September 2025 setelah pidato ketua The Federal Reserve pekan lalu akan diuji pada Jumat pekan ini. Hal ini seiring indeks pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi pilihan the Fed rilis pada Jumat pekan ini.

Ekonom prediksi indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti tahunan yang mengecualikan kategori volatile makanan dan energi akan mencapai 2,9% pada Juli, naik dari 2,8% yang tercatat pada Juni.

Rilis Inflasi di AS

"ini akan menandai kenaikan tahunan tertinggi sejak Februari. Selama bulan sebelumnya, ekonom memproyeksikan PCE inti sebesar 0,3% tidak berubah dari Juni,”.

"Tekanan harga terkait tarif meluas di seluruh sektor barang dan tampaknya merembet ke sektor jasa,” tulis ekonom Wells Fargo.

"Pada akhirnya, kami memperkirakan inflasi PCE inti akan mencapai puncaknya sedikit di atas 3% pada akhir tahun. Dengan inflasi yang bergerak ke arah yang salah dan pasar tenaga kerja yang kehilangan momentum, Federal Reserve menghadapi dilema yang sulit dalam menyeimbangkan mandat gandanya."

Wall Street Perkasa, Dow Jones Sentuh Rekor Setelah Pidato Ketua The Fed

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025. Kenaikan wall street terjadi setelah ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengisyaratkan bank sentral dapat mulai melonggarkan kebijakan moneter bulan depan.

Mengutip CNBC, Sabtu (23/8/2025), indeks Dow Jones naik 846,24 poin atau 1,89% mencapai level tertinggi baru dan ditutup ke posisi 45.631,74. Indeks S&P 500 melesat 1,52% dan ditutup ke level 6.466,91. Pada level tertingginya, indeks ini hanya terpaut tiga poin dari rekornya. Indeks Nasdaq mendaki 1,88% dan ditutup ke posisi 21.496,53.

Saham-saham teknologi megacap melonjak seiring komentar Powell. Saham Nvidia naik 1,7%, sedangkan saham Meta Platforms bertambah lebih dari 2%. Saham Alphabet dan Amazon masing-masing naik lebih dari 3%. Saham Tesla meroket sekitar 6%.

Dalam pidato di pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Ketua the Fed Powell menuturkan, prospek dasar dan pergeseran keseimbangan risiko mungkin memerlukan penyesuaian sikap kebijakannya.

Ia menambahkan, keseimbangan risiko tampaknya bergeser antara mandat ganda bank sentral yakni lapangan kerja penuh dan harga stabil. Ia mengutip “perubahan besar” dalam kebijakan perpajakan, perdagangan dan imigrasi.

Harapan Penurunan Suku Bunga

Ekspektasi penurunan suku bunga seperempat poin pada September melonjak menjadi sekitar 83%, menyusul kecepatan penurunan dari sekitar 75% di awal pekan, menurut perangkat FedWatch CME Group.

"Standar sangat tinggi bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga dalam waktu kurang dari sebulan," kata Kepala Investasi di Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli.

Kinerja Jumat bertolak belakang dengan aksi pasar yang jauh lebih suram minggu ini. Rata-rata saham utama memasuki sesi dengan penurunan minggu ini karena tekanan pada saham teknologi megacap. Reli terbaru membantu investor memulihkan sebagian besar kerugian dari awal pekan.

Selama seminggu, 30 saham Dow naik 1,5%, dan S&P 500 naik 0,3%, sementara Nasdaq turun 0,6%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |