Liputan6.com, Jakarta PT Elnusa Tbk (ELSA) resmi menunjuk Litta Indriya Ariesca sebagai Direktur Utama yang baru. Penunjukkan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada 25 Agustus 2025.
Melansir situs resmi Elnusa, Litta memiliki latar belakang pendidikan yang solid. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Teknik Arsitektur dari Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan studi S2 Ekonomi Manajemen di University of Manchester, Institute of Science and Technology, Inggris pada 1997.
Sebelum dipercaya memimpin Elnusa, Litta telah meniti karier panjang di lingkungan PT Pertamina (Persero) dan anak usahanya. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Project Director I Pertamina, VP Business Development International Market Pertamina, serta VP Portfolio Company Business Development & Portfolio Pertamina.
Tak hanya itu, Litta juga pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran & Operasi di PT Patra Jasa, serta Corporate Head Business Strategy Planning & Portfolio Pertamina.
Selain Litta, dalam RUPLB, pemegang saham juga menunjuk Andri Haribowo sebagai Direktur Operasi menggantikan Endro Hartanto, serta Nelwin Adriansyah yang dipercaya menjabat Direktur Keuangan menggantikan Stanley Iriawan.
Di jajaran Dewan Komisaris, terdapat empat nama baru, yaitu Purwadi Arianto, Vitri Mallarangeng, Abdul Hakim, dan Farazandi Fidinansyah.
Kinerja Saham ELSA Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir
Sebelumnya, PT Elnusa Tbk (ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mengumumkan kinerja saham yang sangat baik. Harga saham ELSA berhasil mencapai rekor tertinggi, level yang belum pernah dicapai dalam delapan tahun terakhir.
Direktur Keuangan Elnusa Stanley Iriawan menjelaskan, selama periode 2021 hingga Juli 2025, Elnusa menunjukkan tren pertumbuhan harga saham dan kapitalisasi pasar yang konsisten, meskipun menghadapi fluktuasi pasar modal. Pada akhir 2021, saham ELSA ditutup pada harga Rp 276 per lembar.
Memasuki tahun 2022, harga saham mulai naik menjadi Rp 312, naik 13% dari tahun sebelumnya.
"Tren positif ini berlanjut pada 2023, dengan harga saham meningkat menjadi Rp 388 atau naik 24%. Peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan kapitalisasi pasar dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp 2,83 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).
Pada Juni 2024, harga saham ELSA sempat mencapai puncaknya di Rp 545 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 3,46 triliun.
Momentum positif ini terus berlanjut hingga Juli 2025, di mana harga saham kembali mencetak rekor baru di level Rp 550 per lembar, menjadi harga tertinggi dalam delapan tahun terakhir," kata Stanley.
Respons Pasar
Stanley Iriawan melanjutkan, kinerja saham yang positif dalam lima tahun terakhir ini mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan dan penguatan fundamental perusahaan.
"Kami terus berupaya menjaga struktur permodalan yang sehat, mengoptimalkan kinerja operasional, dan mengelola risiko secara bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan investor," kata dia.
Stanley menambahkan bahwa tren positif ini merupakan hasil kerja sama tim Elnusa dalam menjaga eksekusi strategi bisnis, efisiensi, dan inovasi layanan yang disiplin. Ke depannya, Elnusa akan tetap fokus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.
Selain itu, Elnusa juga terus meningkatkan sinergi dalam ekosistem BUMN untuk memperluas peluang bisnis dan memperkuat kerja sama strategis.
Perseroan mengoptimalkan belanja modal untuk mendukung visinya sebagai perusahaan jasa di sektor energi, baik di dalam maupun di luar Pertamina.
Pendanaan
Dari sisi pendanaan, Elnusa mendapatkan dukungan permodalan yang kuat dari sektor perbankan, yang menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja dan prospek bisnis perusahaan.
Penguatan sistem digitalisasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan kualitas layanan.
Pencapaian ini menunjukkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan berkelanjutan Elnusa, yang didukung oleh strategi bisnis adaptif, manajemen risiko yang berhati-hati, dan eksekusi operasional yang solid.
Konsistensi ini menjadikan saham ELSA tetap menarik bagi investor dan memperkuat posisinya sebagai emiten jasa energi terintegrasi dengan prospek jangka panjang.