Indomobil Akuisisi Saham Nissan Motor Indonesia

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melalui anak usahanya PT National Assemblers mengakuisisi saham PT Nissan Motor Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/8/2025), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk melalui anak usaha PT National Assemblers (NA) yang 99,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan menandatangani akta jual beli saham untuk mengambilalih saham milik Nissan Motor Co Ltd dalam Nissan Motor Indonesia (NMI) pada Jumat, 29 Agustus 2025.

"Setelah pengambilalihan saham dilakukan, NA akan memiliki 99,9% kepemilikan saham dalam NMI,” ujar Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Jusak Kertowidjojo dalam keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan akuisisi saham itu seiring meningkatkan kinerja usaha di Indomobil Group dengan menambahkan portofolio perusahaan yang bergerak di bidang perakitan kendaraan bermotor.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, saham IMAS naik 4,44% ke posisi Rp 1.175 per saham. Harga saham IMAS dibuka stagnan di posisi Rp 1.125 per saham. Harga saham IMAS berada di level tertinggi Rp 1.350 dan terendah Rp 1.040 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.396 kali dengan volume perdagangan 70.414 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 miliar.

Umumkan Rights Issue, Saham Indomobil Multi Jasa Ngacir

Sebelumnya, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Pada aksi tersebut, Indomobil Multi Jasa akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 200 per saham.

Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi Rp 600 miliar dari rights issue. Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham atas aksi tersebut melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada 14 April 2025.

Dana yang diperoleh dari hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta pengembangan usaha Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak. Rencana PMHMETD IV ini diharapkan dapat berdampak positif bagi pertumbuhan usaha Perseroan, di mana PMHMETD IV ini akan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.

"Peningkatan modal Perseroan dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dan peningkatan hasil investasi bagi pemegang saham Perseroan," ungkap manajemen PT Indomobil Multi Jasa Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa, Kamis (6/3/2025).

Dengan dilaksanakannya rights issue, maka pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian saham baru sesuai dengan HMETD yang dimilikinya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi).

Penutupan IHSG pada 29 Agustus 2025

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (29/8/2025) di tengah aksi demo. Namun, koreksi IHSG berkurang jelang akhir pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 1,53% ke posisi 7.830,49. Indeks LQ45 terpangkas 1,78% ke posisi 797,11. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.913,86 dan terendah 7.765,59. Sebanyak 610 saham melemah sehingga bebani IHSG. 122 saham menguat dan 70 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.509.118 kali. Volume perdagangan saham 51,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.451.

Harga saham CTRA ditutup turun 4,25% ke posisi Rp 1.015 per saham. Harga saham CTRA dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 1.050 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.060 dan terendah Rp 990 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.774 kali dengan volume perdagangan 805.782 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 81,9 miliar.

Gerak Saham Lainnya

Harga saham INDF susut 1,97% ke posisi Rp 7.450 per saham. Harg saham INDF dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp 7.550 per saham. Harga saham INDF berada di level tertinggi Rp 7.600 dan terendah Rp 7.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.769 kali dengan volume perdagangan 112.763 saham. Nilai transaksi Rp 84,6 miliar.

Harga saham FUTR tergelincir 9,91% ke posisi Rp 200 per saham. Harga saham FUTR dibuka turun 22 poin ke posisi Rp 200 per saham. Saham FUTR berada di level tertinggi Rp 200 dan terendah Rp 200 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.138 kali dengan volume perdagangan 648.494 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.

Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham industri. Sektor saham industri naik 0,73%. Sektor saham consumer siklikal turun 3,05%, dan catat koreksi terbesar.

Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 1,42%, sektor saham basic susut 1,58%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,24%. Lalu sektor saham kesehatan turun 1,75%, sektor saham keuangan turun 1,45%, sektor saham properti susut 2,16%, sektor saham teknologi terpangkas 2,25%. Kemudian sektor saham infrastruktur melemah 2,27% dan sektor saham transportasi melemah 1,04%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |