IHSG Tembus 8.000, Investasi Saham Masih Menarik?

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 8.000 pada perdagangan saham Agustus 2025. Rekor baru ini memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan tren dan faktor yang mendorong kenaikan indeks.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer menuturkan, salah satu pendorong utama adalah kebijakan moneter yang saat ini relatif kondusif. Kondisi tersebut membuat investor mempertimbangkan berbagai instrumen keuangan, termasuk saham, dibandingkan instrumen lain seperti obligasi maupun Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Government bond yield saat ini yang 10 tahun sekitar 6,3%. Lalu kalau kita bicara SRBI juga sekitar levelnya sekitar 5,0%. Nah ini memang menyebabkan instrumen saham ini menjadi instrumen yang sangat menarik, karena memang imbal hasil dari sisi dividend yield-nya itu berada di level sekitar hampir 6%,” kata Adrian dalam Economic Outlook Q3 2025 Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, Kamis (28/8/2025).

Dia menuturkan, sebelum terjadi reli dalam dua bulan terakhir, dividend yield saham bahkan berada di atas 6%. Hal itu menambah daya tarik pasar saham di tengah penurunan yield di instrumen lain.

Selain itu, fenomena passive inflow dari index rebalancing juga turut memberi dukungan terhadap kenaikan IHSG, terutama dengan ada penyesuaian bobot saham dan penambahan emiten baru dalam indeks.

Keberlanjutan Tren Kenaikan

Meski demikian, Adrian mengingatkan kenaikan IHSG sudah cukup signifikan. Ia menilai keberlanjutan tren bergantung pada variabel kebijakan, baik moneter maupun fiskal. 

Jika ekspansi fiskal berlanjut atau kebijakan SRBI tetap memberi ruang likuiditas, peluang perbaikan di pasar saham masih terbuka, khususnya di saham-saham big caps.

“Kalau kita melihat saham-saham yang rally ini di luar saham-saham IDX30 juga. Jadi kalau kebijakan yang mungkin akan kita expect mulai ekspansif, harusnya growth di beberapa konstituen blue chip stocks, terutama di IDX30, bisa mengalami perbaikan. Positioning investor institusi, terutama asing, saat ini masih cukup rendah, sehingga room-nya masih bisa berlanjut,” jelasnya.

Target Mandiri Sekuritas

Adrian menambahkan, Mandiri Sekuritas saat ini tengah meninjau ulang target IHSG yang sebelumnya ditetapkan di 7.650. Lantaran, realisasi indeks sudah jauh melampaui proyeksi tersebut dan didukung oleh kondisi suku bunga riil yang lebih rendah dari asumsi awal.

"Kami juga sedang melakukan tinjauan kembali untuk mengenai index target kami, karena sebelumnya yang saat ini resminya di skenario saya itu di 7.650 dan ini sudah lewat cukup jauh. Jadi pasti saya akan melakukan revisi juga karena ada fenomena baru seperti risk-to-rate yang saat ini berada di level jauh di bawah asumsi sebelumnya,” tutur Adrian.

Mandiri Sekuritas Optimistis Prospek IHSG Masih Cerah

Sebelumnya, Mandiri Sekuritas optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Meskipun pasar saham sempat mengalami tekanan akibat dinamika geopolitik global, pergerakan indeks dinilai tetap dalam tren positif.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menilai momentum pemulihan sudah mulai terlihat sejak awal April dan bisa terus berlanjut seiring penguatan faktor-faktor fundamental di dalam negeri.

"Saya sangat optimis. Memang sempat ada koreksi akibat situasi geopolitik, tetapi jika melihat tren dua tahun terakhir, selalu naik. Fundamental ekonomi dan korporasi Indonesia sangat kuat," kata Oki saat ditemui di Gedung Bursa, Selasa (6/5/2025).

Kondisi Makro Ekonomi

Menurut Oki, kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan kestabilan dan bahkan pertumbuhan yang solid. Hal ini tercermin dari berbagai indikator ekonomi yang tetap kuat, ditambah dengan kinerja emiten-emiten besar di Bursa Efek Indonesia yang tetap konsisten membukukan hasil positif.

Dia juga menekankan koreksi pasar yang terjadi belum lama ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, seperti ketegangan geopolitik, yang bersifat sementara.

"Harga saham saat ini relatif murah, bahkan setara dengan masa pandemi, padahal kondisi sekarang jauh lebih baik. Jadi, ini saat yang menarik untuk masuk ke pasar saham,” ujarnya.

Terkait target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Okky menyampaikan Mandiri Sekuritas masih melakukan revisi internal. Menurut dia, pergerakan pasar yang sangat dinamis membuat lembaga keuangan seperti Mandiri Sekuritas perlu berhati-hati dan fleksibel dalam menyesuaikan proyeksi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |