Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (29/8/2025) di tengah aksi demo. Namun, koreksi IHSG berkurang jelang akhir pekan ini.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 1,53% ke posisi 7.830,49. Indeks LQ45 terpangkas 1,78% ke posisi 797,11. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.913,86 dan terendah 7.765,59. Sebanyak 610 saham melemah sehingga bebani IHSG. 122 saham menguat dan 70 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.509.118 kali. Volume perdagangan saham 51,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah di kisaran 16.451.
Harga saham CTRA ditutup turun 4,25% ke posisi Rp 1.015 per saham. Harga saham CTRA dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 1.050 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.060 dan terendah Rp 990 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.774 kali dengan volume perdagangan 805.782 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 81,9 miliar.
Sektor Saham Memerah
Harga saham INDF susut 1,97% ke posisi Rp 7.450 per saham. Harg saham INDF dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp 7.550 per saham. Harga saham INDF berada di level tertinggi Rp 7.600 dan terendah Rp 7.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.769 kali dengan volume perdagangan 112.763 saham. Nilai transaksi Rp 84,6 miliar.
Harga saham FUTR tergelincir 9,91% ke posisi Rp 200 per saham. Harga saham FUTR dibuka turun 22 poin ke posisi Rp 200 per saham. Saham FUTR berada di level tertinggi Rp 200 dan terendah Rp 200 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.138 kali dengan volume perdagangan 648.494 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.
Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham industri. Sektor saham industri naik 0,73%. Sektor saham consumer siklikal turun 3,05%, dan catat koreksi terbesar.
Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 1,42%, sektor saham basic susut 1,58%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,24%. Lalu sektor saham kesehatan turun 1,75%, sektor saham keuangan turun 1,45%, sektor saham properti susut 2,16%, sektor saham teknologi terpangkas 2,25%. Kemudian sektor saham infrastruktur melemah 2,27% dan sektor saham transportasi melemah 1,04%.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham PIPA melonjak 34,21%
- Saham BMAS melonjak 25%
- Saham PGUN melonjak 24,70%
- Saham KONI melonjak 24,62%
- Saham VOKS melonjak 24,60%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham TIRA merosot 14,76%
- Saham ADCP merosot 12,70%
- Saham BSBK merosot 12,63%
- Saham WOWS merosot 12,50%
- Saham MSIN merosot 12,21%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 1,9 triliun
- Saham WIFI senilai Rp 928,3 miliar
- Saham PSAB senilai Rp 907,9 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 882,5 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 830,2 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham PSAB tercatat 87.807 kali
- Saham BBCA tercatat 87.097 kali
- Saham ATLA tercatat 79.986 kali
- Saham HUMI tercatat 74.595 kali
- Saham WIRG tercatat 71.172 kali
Kata Analis
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Saat ini, rupiah berada di posisi 16.450 per dolar AS.
“Di sisi lain, ada aksi profit taking dari para investor dengan adanya perkembangan dari aksi penyampaian pendapat dari beberapa elemen dan menimbulkan insiden kemarin,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com
Ia menambahkan, dengan terkoreksinya IHSG, investor dapat cenderung wait and see sambil mencermati perkembangan domestik yang terjadi.
Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi
Sementara itu, bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan bervariasi pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini berbeda dengan wall street dengan investor mencermati data ekonomi dari Jepang.
Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26% menjadi 42.718,47, sementara Topix turun 0,47% menjadi 3.075,18 setelah harga konsumen inti di Tokyo naik lebih lambat pada Agustus. IHK inti Tokyo, yang tidak memasukkan makanan segar tetapi energi, naik 2,5% dari tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan ekonom Reuters, dan menurun dari kenaikan 2,9% pada Juli. Namun, angka tersebut tetap di atas target Bank of Japan sebesar 2%.
Tingkat pengangguran Jepang juga turun menjadi 2,3% pada Juli, turun dari 2,5% di bulan sebelumnya.
Indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,32% menjadi 3.186,01, sementara Indeks Kosdaq melemah 0,19% menjadi 796,91 setelah mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dilaporkan didakwa atas tuduhan korupsi dan penyuapan.
Indeks Saham Lainnya
Kim adalah istri mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang dicopot dari jabatannya dan ditangkap awal tahun ini karena penerapan darurat militer yang singkat. Won Korea Selatan melemah 0,15% menjadi 1.387,38 terhadap dolar.
Indeks S&P/ASX 200 Australia stagnan di 8.973,1. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,45% menjadi 25.110,7, sementara CSI 300 Tiongkok daratan naik 0,74% dan ditutup pada 4.496,76.
Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai ke-25 akhir pekan ini di Tianjin. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Modi ke Tiongkok dalam tujuh tahun.
New Delhi dan Beijing kemungkinan akan mengadakan pembicaraan di Tianjin, mengingat Kementerian Luar Negeri India telah mengisyaratkan kemungkinan pertemuan bilateral di sela-sela KTT tersebut.