IHSG Hari Ini 25 Agustus 2025 Ditutup Menguat, Saham BVIC Melonjak 29,8%

4 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Senin (25/8/2025). Penguatan IHSG terdorong mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,87% ke posisi 7.926,90. Indeks saham LQ45 bertambah 0,81% ke posisi 828,91. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG menyentuh posisi tertinggi 7.951,97 dan terendah 7.915,05. Sebanyak 449 saham menguat sehingga angkat IHSG. 215 saham melemah dan 143 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.370.902 kali dengan volume perdagangan 47 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.236.

Dari 11 sektor saham, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti naik 3,65% dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham infrastruktur menguat 2,61% dan sektor saham keuangan bertambah 1,87%.

Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,51%, sektor saham basic naik 0,70%, sektor saham industri bertambah 0,21%, sektor saham consumer siklikal melesat 1,08%.

Selain itu, sektor saham teknologi menanjak 0,58% dan sektor transportasi mendaki 0,47%. Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,23% dan sektor saham kesehatan susut 0,40%.

Gerak Saham

Saham TLKM ditutup naik 2,16% ke posisi Rp 3.310 per saham. Harga saham TLKM dibuka naik 40 poin ke posisi Rp 3.280 per saham. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 3.350 dan terendah Rp 3.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.017 kali dengan volume perdagangan 932.215 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 308,7 miliar.

Harga saham BVIC melompat 29,81% ke posisi Rp 135 per saham. Harga saham BVIC dibuka naik dua poin ke posisi Rp 106 per saham. Saham BVIC berada di level tertinggi Rp 139 dan terendah Rp 104 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.238 kali dengan volume perdagangan 26.050.772 saham. Nilai transaksi Rp 360,6 miliar.

Harga saham BJBR ditutup stagnan di posisi Rp 800 per saham. Harga saham BJBR dibuka naik lima poin ke posisi Rp 805 per saham. Harga saham BJBR berada di level tertinggi Rp 805 dan terendah Rp 795 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.100 kali dengan volume perdagangan 39.974 saham. Nilai transaksi Rp 3,2 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BBKP melompat 34,92%
  • Saham LPKR melompat 34,34%
  • Saham BVIC melompat 29,81%
  • Saham SSTM melompat 25%
  • Saham JECC melompat 24,88%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MFIN merosot 14,73%
  • Saham POLU merosot 11,03%
  • Saham BMAS merosot 10%
  • Saham LINK merosot 9,73%
  • Saham DEFI merosot 9,64%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 824,4 miliar
  • Saham COIN senilai Rp 769,5 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 741 miliar
  • Saham DSSA senilai Rp 609,5 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 544,4 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham COIN tercatat 80.241 kali
  • Saham HUMI tercatat 62.121 kali
  • Saham WIRG tercatat 61.665 kali
  • Saham EMTK senilai Rp 508,2 miliar
  • Saham CDIA senilai Rp 386,8 miliar

Sentimen IHSG

Dalam kajian tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat dipengaruhi oleh reaksi pelaku pasar yang merespons sinyal the Federal Reserve (the Fed) akan memangkas suku bunga acuannya.

“Dari mancanegara, Ketua The Fed Jerome Powell dalam pidatonya di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat (AS), mengatakan membuka peluang akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan September 2025,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Dalam pidatonya, Powell menyinggung terkait melemahnya risiko inflasi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja AS, sehingga memerlukan penyesuaian kebijakan moneter, yang membuka jalan untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada September 2025.

Bursa Saham Asia Pasifik

Dengan demikian, pelaku pasar memandang penurunan suku bunga kemungkinan akan segera terjadi, yang mana merujuk CME Fedwatch memiliki probabilitas sebesar 87,2 persen penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada September 2025.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri (capital inflow) sebesar Rp910 miliar pada pekan ketiga Agustus 2025.

Capital inflow itu memberikan gambaran meningkatnya kepercayaan investor dalam iberinvestasi di pasar keuangan dalam negeri, yang tidak terlepas oleh langkah BI dalam menjaga dan mendukung ketahanan eksternal bersama pemerintah dan otoritas lainnya.

Sementara itu, Bursa saham regional Asia pada Senin sore ini antara lain indeks Nikkei naik 181,21 poin atau 0,43 persen ke 42.814,50, indeks Hang Seng mendaki 487,36 poin atau 1,92 persen ke 25.826,50.

Selain itu, indeks Shanghai menanjak 57,80 poin atau 1,51 persen ke 3.883,56, dan indeks Strait Times bertambah 3,75 poin atau 0,10 persen ke 4.257,02.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |