Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada awal perdagangan Selasa (8/7/2025). IHSG Sempat menghijau tetapi kemudian mengalami tekanan yang cukup dalam.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini melemah ke posisi 6.892,34 dari penutupan sebelumnya 6.900,93. Pada pukul 09.10, indeks saham acuan sempat menghijau sebentar di 6.906,64 kemudian kembali tertekan.
Pada 09.20 WIB, IHSG berada di zona merah. IHSG melemah 0,04 persen ke posisi 6.898,86. Indeks LQ45 susut 0,28% ke posisi 765. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada Selasa pagi ini, IHSG berada di level tertinggi 6.906,64 dan level terendah 6.885,28. Sebanyak 222 saham memerah sehingga bebani IHSG. Selain itu, 211 saham menguat dan 192 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 189.019 kali dengan volume perdagangan 2,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.223.
Mayoritas sektor saham lesu. Sektor saham transportasi turun 0,53% dan mengalami pelemahan terbesar, sektor saham keuangan juga terpangkas 0,32%, dan sektor saham properti susut 0,23%.
Prediksi Gerak IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang break resistance 6.900, dan IHSG hari ini berpotensi koreksi jika gagal break di 6.900 pada perdagangan Selasa (8/7/2025).
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, setelah pengumuman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dirilis, tarif Indonesia tidak berubah yakni 32% sama seperti yang diumumkan pada April 2025. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berpotensi mencoba break resistance 6.900. “Tapi, jika IHSG gagal break resistance di 6.900, potensi koreksi ke range 6.780-6.850,” ujar Fanny.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.780-6.850 dan level resistance 6.950-7.000 pada perdagangan Selasa pekan ini.
Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, IHSG menunjukkan sinyal teknikal yang netral dalam jangka pendek. Ia mengatakan, dengan RSI di 49,97, indikator ini menunjukkan pasar berada dalam fase netral, tanpa ada dominasi buyer dan seller yang kuat.
“Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga IHSG cenderung terbatas dalam kisaran yang sempit, dengan potensi untuk bergerak lebih lanjut tergantung pada sentimen pasar dan faktor eksternal lainnya,” tulis dia dalam catatannya.
Menunggu Katalis
Tasrul menuturkan, level support IHSG terdekat berada di 6.835,76 dan resistance pertama berada di 6.923,22 dan resistance kedua di 6.964,20. Jika IHSG berhasil menembus resistance pertama, ada potensi melanjutkan kenaikan menuju resistance kedua.
"Namun, jika support diuji dan ditembus, kemungkinan penurunan lebih lanjut menuju level support yang lebih rendah cukup besar. Secara keseluruhan, IHSG berada dalam posisi yang menunggu katalis untuk menentukan arah pergerakannya lebih lanjut. Critical level di 6.780,” kata dia.