Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang menguat terbatas pada hari ini, dengan potensi kembali menguji area 7.900.
Analis sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, mengatakan, secara teknikal, indeks masih mampu bertahan di zona support 7.820–7.830, sehingga ruang rebound menuju resistance 7.900–7.950 tetap terbuka.
Pada perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025, IHSG sendiri ditutup terkoreksi 31,86 poin atau -0,40% ke level 7.858,85. Tekanan muncul setelah rilis data Neraca Pembayaran (Balance of Payments/BoP) kuartal II-2025 yang kembali mencatatkan defisit sebesar USD 3 miliar, setara 0,8% dari PDB.
“Defisit ini menjadi catatan sembilan kuartal berturut-turut dan menambah tekanan pada stabilitas eksternal Indonesia. Rupiah juga melemah tipis ke Rp16.340 per dolar AS (JISDOR),” ujar Hendra dalam catatannya, dikutip Senin, (25/8/2025).
Saham yang Menarik Dicermati
Dalam situasi ini, Hendra menilai sejumlah saham masih dinilai menarik. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berpotensi melanjutkan penguatan seiring tren kenaikan harga tembaga dan eksposurnya di sektor emas-mineral.
Sementara itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memperoleh sentimen positif setelah Anthony Salim menambah kepemilikan di induk usahanya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Di sisi lain, PT WIR Asia Tbk (WIRG) mulai masuk fase akumulasi setelah terkoreksi cukup dalam, dengan prospek didukung pengembangan ekosistem digital.
Secara keseluruhan, strategi yang disarankan bagi investor adalah akumulasi bertahap pada saham-saham pilihan yang memiliki katalis positif, sambil tetap mencermati risiko volatilitas global menjelang keputusan arah kebijakan The Fed.
Bursa Saham Asia-Pasifik Kompak Melonjak Hari Ini 25 Agustus 2025
Sebelumnya, Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada hari Senin, mengikuti kenaikan Wall Street setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat mulai melonggarkan kebijakan moneter bulan depan dalam pidato tahunannya yang sangat dinantikan di Jackson Hole, Wyoming.
Dikutip dari CNBC, indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1,08%, sementara indeks saham Topix yang lebih luas naik 0,53%. Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat sebesar 0,75%, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,71%.
Indeks saham acuan S&P/ASX 200 Australia naik 0,87%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada pada level 25.722, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan terakhir HSI di level 25.339,14.
Di wilayah Asia-Pasifik lainnya, para pengamat pasar sedang menunggu data indeks harga konsumen Singapura untuk bulan Juli. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 0,6% secara tahunan (year-on-year), konsisten dengan bulan sebelumnya.
Kontrak berjangka ekuitas AS sedikit berubah pada awal sesi Asia.
Pada Jumat pekan lalu, saham unggulan Dow melonjak 846,24 poin, atau 1,89%, ke level rekor 45.631,74.
Sedangkan indeks S&P 500 naik 1,52% menjadi 6.466,91, sementara level tertingginya hanya terpaut tiga poin dari rekor tertinggi. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 1,88%, mengakhiri sesi di level 21.496,53.
Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Agustus 2025, Ada EXCL hingga KLBF
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin (25/8/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.025-8.102.
IHSG merosot 0,40% ke posisi 7.858 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Jumat, 22 Agustus 2025.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam. “Hal tersebut berarti, masih terdapat ruang IHSG menguat menguji 8.025-8.102,” kata Herditya.
Ia mengingatkan tetap cermati akan ada koreksi jangka pendek ke posisi 7.815-7.831. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.800, 7.680 dan level resistance 8.008,8.103.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.000 pada perdagangan Senin pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT TBS Energi Sejahtera Tbk (TOBA).
Sentimen IHSG
Herditya mengatakan, ada sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG pekan ini. Pertama, rilis data produk domestik bruto (PDB) dan Personal Consumption Expenditure (CPE) Amerika Serikat (AS).
Kedua, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, investor masih mencermati perkembangan Rusia-Ukraina.
“Pemangkasan BI Rate memang menjadi katalis positif, tetapi kami mencermati IHSG masih cenderung konsolidasi yang diperkirkaan karena adanya pullback dan aksi profit taking setelah mampu membentuk all time high (ATH) pada akhir pekan lalu,” ujar dia.