Emiten HRTA Gandeng Sumbawa Jutaraya untuk Jua Beli Logam Mulia

15 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dan PT Sumbawa Jutaraya, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) yang bergerak di sektor pertambangan emas menandatangani kerja sama jual beli logam mulia pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/8/2025), Perseroan bersama dengan PT Sumbawa Jutaraya telah bekerja sama terkait jual beli logam mulia.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Hartadinata Abadi Tbk, Ong Deny dalam keterbukaan informasi BEI.

Ia mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi di pasar logam mulia serta mendorong peningkatan kinerja operasional.

Adapun antara Perseroan dengan PT Sumbawa Jutaraya tidak terdapat hubungan afiliasi dan benturan kepentingan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.

“Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas, saat ini tidak terdapat kejadian, informasi atau fakta material lain yang tidak kami ungkapkan selain informasi tersebut di atas,” demikian seperti dikutip.

Hartadinata Abadi Kantongi Laba Rp 348,9 Miliar, Tumbuh 69,5% hingga Semester I 2025

Sebelumnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), perusahaan manufaktur perhiasan emas dan emas batangan terintegrasi Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sepanjang semester I 2025.

PT Hartadinata Abadi Tbk mencatat pendapatan sebesar Rp 15,05 triliun hingga semester I 2025. Pendapatan naik 82,6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,24 triliun. Laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 348,9 miliar, bertambah 69,5% dari Rp 205,8 miliar pada periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan itu dipicu tingginya realisasi penjualan emas batangan yang telah mencapai Rp 13,7 triliun. Realisasi penjualan itu lebih tinggi 24,3%dari target yang telah ditetapkan dengan volume penjualan mencapai 8,1 ton, melampaui target semester I 2025 sebesar 6,5 ton.

Aset Perseroan

Sementara itu, laba bruto naik menjadi Rp 746,83 miliar hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 518,92 miliar. Seiring hal itu laba per saham naik menjadi Rp 75,68 hingga semester I 2025 dari periode semester I 2024 sebesar Rp 44,65.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto menuturkan, tingginya realisasi penjualan emas batangan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap produk Perseroan dan efektivitas strategi distribusi yang telah dijalankan.

“Keberhasilan kami melampaui target penjualan hingga 24,3% pada semester pertama. Bukan hanya indikator pertumbuhan yang sehat, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun,” kata dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (29/7/2025).

Pada semester I 2025, total aset Perseroan naik 14,1% menjadi Rp 6,8 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,96 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh bertambahnya nilai persediaan dan kas yang secara kolektif mencapai Rp 4,81 triliun.

Liabilitas Perseroan

Kedua komponen itu merupakan aset lancar bersifat likuid, sehingga tidak hanya mencerminkan kekuatan struktur keuangan tetapi juga memberikan fleksibilitas tinggi dalam mendukung kegiatan operasional serta memenuhi kewajiban jangka pendek jika diperlukan sewaktu-waktu.

Total liabilitas naik 16,4% menjadi Rp 4,20 triliun dari Rp 3,61 triliun. Kenaikan ini sebagian besar berasal dari peningkatan pinjaman bank dan penerbitan obligasi, yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perseroan serta mendukung ekspansi anak usaha di sektor pegadaian.

Pendanaan tersebut turut membantu kegiatan usaha yang kemudian berdampak terhadap pertumbuhan pendapatan, dengan kenaikan sebesar 82,7% pada tingkat konsolidasi, serta meningkatkan pendapatan anak usaha hingga 58,9%.

Perkuat Posisi

Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abdi Ong Deny menuturkan, peningkatan liabilitas pada semester I 2025 merupakan bagian dari strategi pendanaan yang terencana yang diarahkan untuk memprekuat modal kerja serta mendorong ekspansi, khususnya di lini bisnis usaha gadai.

“Pendanaan ini memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan pendapatan Perseroan dan anak usaha, sekaligus mempertegas kesiapan kami dalam menangkap peluang pasar yang terus berkembang,” kata Ong Deny.

Dengan dukungan struktur keuangan yang solid, pencapaian kinerja yang melampaui target, serta komitmen terhadap tata kelola yang bertanggung jawab, PT Hartadinata Abadi Tbk terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri emas nasional. Perseroan juga menunjukkan keseriusannya dalam memenuhi standar internasional melalui proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk fasilitas pemurnian emasnya, yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.

“Langkah ini tidak hanya memperkuat kredibilitas Perseroan di mata pasar global, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau pasar ekspor secara lebih luas. Dengan fondasi yang kokoh dan strategi pertumbuhan berkelanjutan, HRTA optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tahun-tahun mendatang,” kata Sandra.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |