Liputan6.com, Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mengumumkan pelunasan pinjaman kepada Kookmin Bank Co Ltd cabang Singapura (KBSG) pada akhir Agustus 2025.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (25/8/2025), PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) melunasi pinjaman sebesar Rp 3,70 triliun. Pelunasan pinjaman tersebut dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pada 20 Agustus 2025, Perseroan melunasi pinjaman kepada Kookmin Bank Co Ltd cabang Singapura terdiri dari pokok dan bunga pinjaman dengan total sebesar Rp 741,81 miliar.
Kedua, pada 26 Agustus 2025, Perseroan melunasi pinjaman kepada Kookmin Bank Co Ltd cabang Singapura terdiri dari pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp 615,39 miliar. Ketiga, pada 28 Agustus 2025, Perseroan melunasi pinjaman kepada Kookmin Bank Co Ltd cabang Singapura terdiri dari pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp 2,34 triliun.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Wakil Direktur Utama Bank KB Indonesia, Robby Mondong menyampaikan transaksi pelunasan pinjaman Bank KB Indonesia kepada Kookmin Bank Co Ltd cabang Singapura merupakan transaksi material yang merupakan transaksi afiliasi yang dimaksud dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.
Transaksi Pelunasan
"Transaksi pelunasan pinjaman Perseroan kepada KBSG merupakan transaksi yang tidak mengandung benturan kepentingan,” demikian seperti dikutip.
Selain itu, Perseroan juga memiliki prosedur yang memadai untuk memastikan transaksi pelunasan pinjaman Perseroan kepada KBSG dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
Pada penutupan perdagangan saham Senin, 25 Agustus 2025, harga saham BBKP melambung 34,92% ke posisi Rp 85 per saham. Harga saham BBKP berada di level tertinggi Rp 85 dan terendah Rp 64 per saham. Total frekuensi eprdagangan 28.669 kali dengan volume perdagangan 25.433.224 saham. Nilai transaksi Rp 196,7 miliar.
KB Kookmin Bank Berencana Jual Bukopin Finance
Sebelumnya, KB Kookmin Bank sedang dalam tahap pembicaraan dengan JB Financial Group terkait rencana penjualan PT KB Bukopin Finance, perusahaan pembiayaan yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya KB untuk memperbaiki kinerja bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.
"Pembicaraan sedang berlangsung antara KB dan JB," ujar seorang pejabat dari JB Financial Group, dilansir dari Koreaherald, Selasa (17/6/2025).
Pihak KB pun membenarkan mereka tengah mempertimbangkan opsi penjualan Bukopin Finance, namun belum ada keputusan akhir yang diambil.
Perusahaan pembiayaan ini sudah menjadi bagian dari KB sejak 2008 dan bergerak di bidang pembiayaan kendaraan, kredit pribadi, serta pinjaman untuk usaha kecil. Saat ini, KB memegang sekitar 97% saham di PT KB Bukopin Finance. Setelah sempat mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut, Bukopin Finance akhirnya berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,46 miliar (sekitar 1 juta dolar AS) tahun lalu.
Apabila kesepakatan ini berhasil, JB Financial Group berencana memperluas bisnisnya di sektor pembiayaan otomotif di Indonesia melalui JB Woori Capital, anak perusahaan utama mereka.
Rencana penjualan Bukopin Finance menjadi bagian dari strategi besar KB untuk memperbaiki kondisi anak perusahaannya di Indonesia, yaitu KB Bank Indonesia, yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan berat.
Laba Kuartalan
Meskipun KB Bank Indonesia membukukan laba kuartalan sebesar 28,8 miliar won (sekitar 23 juta dolar AS) pada kuartal pertama tahun ini—laba kuartalan pertamanya setelah lama merugi—secara tahunan bank tersebut masih mencatatkan kerugian.
Sejak diambil alih oleh KB pada 2020, total kerugian KB Bank Indonesia telah menembus 1,7 triliun won, mencerminkan kesulitan yang dialami selama lebih dari tujuh tahun.
KB Kookmin Bank menargetkan seluruh anak usahanya di Indonesia bisa kembali mencetak keuntungan pada 2026, dengan laba setahun penuh mulai diupayakan tercapai tahun ini.
Penjualan Bukopin Finance menjadi bagian penting dari restrukturisasi KB di Indonesia. Dengan menjual perusahaan ini, KB dapat lebih fokus pada penguatan bisnis inti di Korea Selatan dan meningkatkan kinerja unit mereka di luar negeri.
Layanan Perbankan Berbasis Syariah
Selain Bukopin Finance, KB Bank Indonesia juga membawahi PT Bank KB Bukopin Syariah yang menyediakan layanan perbankan berbasis syariah.
Langkah besar lainnya yang telah dilakukan KB adalah mengangkat Kunardy Darma Rie sebagai Presiden Direktur baru KB Bank Indonesia. Penunjukan ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya posisi tersebut dipegang oleh orang non-Korea.
Rie, yang memiliki latar belakang kuat di bidang keuangan korporasi, akan mengembangkan sistem manajemen yang lebih sesuai dengan pasar lokal dan berupaya meningkatkan pendapatan perusahaan. Strategi ini juga sejalan dengan upaya KB untuk melakukan lokalisasi yang lebih dalam.
Selain itu, KB Financial Group juga sedang mempersiapkan pembentukan perusahaan induk keuangan di Indonesia untuk memenuhi ketentuan pemerintah setempat mengenai konglomerasi keuangan.