Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi pada perdagangan Jumat, (29/8/2025).
IHSG naik 0,20% ke posisi 7.952 dan masih disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Kamis, 28 Agustus 2025.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG pun masih cenderung konsolidasi dan kembali tertahan area resistancenya.
“Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave lv] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam,” ujar Herditya dalam catatannya.
Ia mengatakan, IHSG berada di level support 7.848, 7.680 dan level resistance 8.008, 8.103 pada perdagangan Jumat pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.000 pada perdagangan Jumat pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT Wir Asia Tbk (WIRG).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomedasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness
Saham BBNI menguat 0,22% ke 4.460 dan masih didominasi oleh tekanan jual, tetapi pergerakannya masih mampu berada di atas moving average (MA)200. "Kami perkirakan, posisi BBNI sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c)," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 4.310-4.430
Target Price: 4.530, 4.650
Stoploss: below 4.230
2.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness
Saham INCO terkoreksi 1,04% ke 3.800 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. "Selama masih mampu berada di atas 3.610 sebagai stoplossnya, posisi INCO sedang berada di awal wave v dari wave (c)," kata dia.
Buy on Weakness: 3.720-3.790
Target Price: 4.030, 4.250
Stoploss: below 3.610
Rekomendasi Lainnya
3.PT Panin Financial Tbk (PNLF) - Buy on Weakness
Saham PNLF menguat 1,50% ke 270 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih berada di atas MA60. "Kami perkirakan, posisi PNLF saat ini sedang berada pada awal wave (v) dari wave [i]," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 266-270
Target Price: 282, 290
Stoploss: below 264
4.PT Wir Asia Tbk (WIRG) - Spec Buy
Saham WIRG ditutup flat ke 197 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 188 sebagai stoplossnya, posisi WIRG sedang berada di awal wave 5 dari wave (C) pada label hitam.
Spec Buy: 192-196
Target Price: 222, 252
Stoploss: below 188
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Indeks Kepercayaan Industri
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti saoal Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat indeks Kepercayaan Industri Agustus 2025 berada di level 53,55 naik dari bulan sebelumnya dan konsisten di zona ekspansi dalam lima bulan terakhir, berbeda dengan PMI Manufaktur S&P Global yang masih menunjukkan kontraksi.
Kemenperin menilai IKI lebih representative karena melibatkan sampel lebih luas dan hasilnya sejalan dengan data BPS yang mencatat pertumbuhan industri pengolahannon migas 5,6% pada kuart alII 2025.
Variabel IKI Agustus menunjukkan pesanan baru dan persediaan produk naik ,sementara produksi turun karena faktor wait and see, stagnasi impor bahan baku,serta pasokan gas industri yang sempat terganggu.
Pelaku industri menyoroti masalah kepastian pasokan gas,tekanan dari lonjakan impor mobil listrik, serta penurunan permintaan dan banjir impor di sektor tekstil.
“Kami melihat ini sebagai tanda-tanda bahwa perekonomian riil di dalam negeri masih cukup terkontraksi,” demikian seperti dikutip.
Penutupan IHSG pada 28 Agustus 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis, (28/8/2025). Kenaikan IHSG itu terjadi di tengah demo buruh yang berlangsung dan sektor saham dominan menghijau.
Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,20% ke posisi 7.952,08. Indeks LQ45 susut 0,23% ke posisi 811,56. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.022,75 dan terendah 7.941,93. Sebanyak 377 saham menguat sehingga angkat IHSG. 288 saham melemah dan 140 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.082.991 kali dengan volume perdagangan 44,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.345.
Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham infrastruktur yang melemah 0,79%. Sementara itu, sektor saham industri melonjak 2,58%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi naik 1,86%, sektor saham consumer siklikal mendaki 1,57%, sektor saham transportasi bertambah 1,01%.
Selain itu, sektor saham energi menanjak 0,41%, sektor saham basic melesat 0,37%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,70%, sektor saham kesehatan mendaki 0,74%. Lalu sektor saham keuangan bertambah 0,50%, sektor saham properti menguat 0,68%.