Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Selasa (26/8/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.025-8.102.
IHSG naik 0,87% ke posisi 7.926 dan disertai dengan volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 25 Agustus 2025.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam.
“Hal tersebut berarti, masih terdapat ruang IHSG menguat menguji 8.025-8.102, tetapi tetap cermati akan ada koreksi jangka pendek ke rentang 7.815-7.831,” ujar Herditya dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.800,7.680 dan level resisntace 8.008,8.103 pada Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotesi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.000 pada perdagangan Selasa pekan ini. “Hati-hati ada potensi koreksi, namun terbatas untuk hari ini,” kata dia.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bank Jago Tbk (ARTO) - Buy on Weakness
Saham ARTO menguat 3,62% ke 2.290 disertai dengan munculnya volume pembelian. "Kami perkirakan, posisi ARTO saat ini berada pada bagian dari wave dari wave (v) dari wave [iii]," kata Herditya.
Buy on Weakness: 2.190-2.250
Target Price: 2.370, 2.540
Stoploss: below 2.100
2.PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) - Buy on Weakness
Saham BBYB menguat 9,36% ke 374 disertai dengan munculnya volume pembelian. "Saat ini, posisi BBYB diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3," ujar dia.
Buy on Weakness: 340-366
Target Price: 402, 424
Stoploss: below 314
Rekomendasi Saham Lainnya
3.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness
Saham HRUM terkoreksi 0,58% ke 855 dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi HRUM saat ini berada pada bagian dari wave b dari wave (y)," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 820-845
Target Price: 900, 945
Stoploss: below 805
4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness
Saham WIFI menguat 2,19% ke 2.800 disertai dengan munculnya volume pembelian. "Posisi WIFI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B)," kata Herditya.
Buy on Weakness: 2.740-2.790
Target Price: 3.010, 3.110
Stoploss: below 2.660
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Insentif Sektor Properti
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti mengenai insentif. Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menerbitkan PMK Nomor 60 Tahun 2025 yang memperpanjang insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk pembelian rumah tapak dan unit rumah susun, berlaku 1 Juli-31 Desember 2025 dengan batas harga Rp 2 miliar untuk pembebasan penuh dan maksimal Rp 5 miliar untuk eligibility.
Insentif ini hanya berlaku bagi properti baru, siap huni, terdaftar resmi serta dibatasi satu unit per orang baik WNI dan WNA dengan syarat kepemilikan sesuai aturan.
“Namun, insentif akan gugur jika properti dialihkan dalam waktu satu tahun. Kebijakan ini jelas ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menggairahkan sektor properti terutama jelang akhir tahun yang biasanya menjadi periode strategis penjualan,” demikian seperti dikutip.
Namun, tantangan utama adalah efektivitasnya dalam mendorong permintaan riil, mengingat daya beli masyarakat menengah masih terbatas.
“Oleh sebab itu, kami berharap tingkat suku bunga kredit di masyarakat juga dapat segera turun, sehingga penurunan tingkat suku bunga segera dapat dirasakan oleh masyarakat dan pengusaha untuk menggunakan redit untuk dapat ekspansi dan meningkatkan konsumsi dan daya beli,”