Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Asia-Pasifik sebagian besar diperdagangkan melemah hari ini Kamis 28 Agustus 2025. Hal tersebut karena investor menunggu keputusan kebijakan Bank Korea.
Dikutip dari CNBC, Kamis (28/8/2025), indeks saham Nikkei 225 Jepang melemah 0,52%. Sementara indeks saham Topix melemah 0,33%. Kospi Korea Selatan melemah 0,43%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil melemah 0,15%. Sedangkan S&P/ASX 200 Australia naik 0,1%.
Produsen tanah jarang Australia, Lynas Rare Earths, berencana untuk meraup sekitar A$750 juta (USD 488 juta) melalui penjualan saham dengan harga diskon untuk meningkatkan aktivitas pemrosesan dan eksplorasinya.
Perusahaan tambang ini akan menerbitkan saham dengan harga A$13,25, sekitar 10% lebih rendah dibandingkan harga penutupan terakhir. Perusahaan juga mengumumkan bahwa sahamnya telah dihentikan sementara perdagangannya.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada pada level 24.997, menunjukkan pembukaan yang lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir HSI di level 25.201,76.
Perhatian akan tertuju pada pasar-pasar India setelah dibuka kembali setelah penutupan liburan hari Rabu. Tarif sekunder AS sebesar 25% untuk pengiriman dari India mulai berlaku pada hari Rabu, sehingga total bea masuk untuk ekspor negara tersebut menjadi 50%.
“Risiko terhadap pertumbuhan ekonomi India secara alami menjadi lebih nyata,” tulis Barclays dalam sebuah catatan.
Ekspor Utama India ke AS
Ekspor utama India ke AS, yaitu mesin listrik serta permata dan perhiasan, menghadapi kenaikan tarif terbesar, kata bank tersebut. Namun, para analisnya memperkirakan perundingan perdagangan antara delegasi India dan AS akan berlanjut.
Saham chip Asia juga akan menjadi sorotan setelah Nvidia melaporkan laba dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan pada hari Rabu, dan menyatakan pertumbuhan penjualan kuartal ini akan tetap di atas 50%.
Sahamnya, yang naik 35% tahun ini setelah hampir tiga kali lipat pada tahun 2024, melemah dalam perdagangan yang diperpanjang, karena pendapatan pusat data gagal memenuhi perkiraan untuk periode kedua berturut-turut.
Sementara di Wall Street, tiga indeks saham acuan utama ditutup menguat di Amerika Serikat. S&P 500 sedikit menguat dan mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,24% di level 6.481,40, mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Nasdaq Composite ditutup menguat 0,21% di level 21.590,14, dan Dow Jones Industrial Average naik 147,16 poin, atau 0,32%, menjadi 45.565,23.
Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 28 Agustus 2025, Ada ADRO hingga TLKM
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (28/8/2025). IHSG hari ini akan menguji 8.025-8.102.
IHSG naik 0,3% ke posisi 7.936 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Rabu, 27 Agustus 2025.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam.
"Hal tersebut berarti, masih terdapat ruang IHSG menguat menguji 8.025-8.102, tetapi tetap cermati akan adanya koreksi jangka pendek ke rentang 7.815-7.831,” ujar Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.848,7.680 dan level resistance 8.008,8.103 pada perdagangan Kamis pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat dengan level support dan level resistance 7.800-8.000 pada perdagangan Kamis pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Alamtri Resources ADRO - Buy on Weakness
Saham ADRO menguat 4,03% ke 1.805 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan moving average (MA)20. "Selama masih mampu berada di atas 1.735 sebagai stoplossnya, posisi ADRO diperkirakan sedang berada di awal wave [i] dari wave C," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.765-1.800
Target Price: 1.885, 1.990
Stoploss: below 1.735
2.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness
Saham JPFA menguat 3,74% ke 1.665 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. "Kami perkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [iii]," tutur dia.
Buy on Weakness: 1.615-1.645
Target Price: 1.725, 1.825
Stoploss: below 1.600
Rekomendasi Lainnya
3.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Spec Buy
Saham RAJA terkoreksi 2,85% ke 2.730 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. "Selama RAJA masih mampu berada di atas 2.660 sebagai stoplossnya, posisi RAJA saat ini diperkirakan berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (Y)," kata Herditya.
Spec Buy: 2.700-2.730
Target Price: 3.000, 3.400
Stoploss: below 2.660
4.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness
Saham TLKM terkoreksi 2,76% ke 3.170 dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c]," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 2.950-3.070
Target Price: 3.300, 3.520
Stoploss: below 2.820
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.