Bursa Asia Dibuka Beragam di Tengah Penguatan Wall Street

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Asia-Pasifik diperdagangkan bervariasi pada awal perdagangan Jumat ini. Gerak bursa Asia ini berbeda dengan tren positif di Wall Street pada penutupan semalam.

saat ini investor tengah mencerna serangkaian data ekonomi di kawasan Asia.

Mengutip CNBC, Jumat (29/8/2025), indeks saham Nikkei 225 Jepang melemah 0,31%, sementara Topix jepang juga turun 0,39% setelah inflasi inti di Tokyo melambat pada Agustus.

Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Tokyo dengan tidak memasukkan harga makanan segar tetapi memasukkan harga energ naik 2,5% secara tahunan. Angka ini sesuai perkiraan ekonom, namun melambat dari kenaikan 2,9% pada Juli.

Meski melambat, inflasi tersebut tetap berada di atas target Bank of Japan sebesar 2%.

Sementara itu, tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 2,3% pada Juli, lebih rendah dibanding 2,5% di bulan sebelumnya.

Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,31%, sedangkan Kosdaq naik 0,76%. Di Australia, S&P/ASX 200 mencatat kenaikan tipis 0,11%.

Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.104, menandakan potensi pembukaan lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 24.998,82.

Saham Berjangka AS Bergerak Tipis Usai S&P 500 Cetak Rekor

Harga saham berjangka AS bergerak tipis pada Kamis malam, setelah S&P 500 mencatat rekor baru yang didorong optimisme seputar perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 62 poin atau 0,1%. Sementara itu, berjangka S&P 500 melemah 0,07% dan Nasdaq 100 terkoreksi 0,09%.

Dalam perdagangan setelah jam bursa, investor juga mencermati laporan keuangan terbaru. Saham Ulta Beauty naik sekitar 3% berkat prospek setahun penuh yang kuat, Autodesk melonjak lebih dari 10% karena proyeksi di atas ekspektasi, sementara Dell Technologies tergelincir 5% setelah memberikan prospek kuartalan yang mengecewakan.

Sebelumnya di perdagangan reguler, Wall Street ditutup menguat. S&P 500 naik 0,3% ke 6.501,86—untuk pertama kalinya menembus level 6.500 sekaligus mencatat rekor intraday baru.

Nasdaq Composite menguat 0,5%, sedangkan Dow Jones bertambah 0,2% ke 45.636,90, juga mencatatkan rekor baru.

Saham Nvidia

Hasil kuartalan Nvidia yang lebih baik dari perkiraan ikut memperkuat sentimen positif terhadap sektor AI. Meski sempat memicu kekhawatiran terkait bisnis pusat data dan proyeksi pendapatan kuartal berjalan, laporan Nvidia berhasil mengangkat saham-saham chip lain yang sebelumnya melemah. Saham Nvidia sendiri akhirnya ditutup turun tipis kurang dari 1%.

“Saya pikir jika ada pihak yang mencoba meremehkan sektor AI, mereka mengabaikan seberapa cepat penetrasinya berkembang. Kita mungkin masih berada di kuartal pertama atau sepertiga awal dari siklus AI,” ujar Tom Lee, Co-founder sekaligus Head of Research Fundstrat Global Advisors, kepada CNBC.

Ke depan, fokus investor tertuju pada rilis data inflasi terbaru melalui Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang menjadi tolok ukur utama The Fed. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan PCE Juli akan naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |