BEI Targetkan ETF Emas Meluncur Kuartal IV 2025

1 month ago 32

Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mempersiapkan Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa meskipun konsepnya serupa dengan ETF pada umumnya, ETF emas membutuhkan landasan regulasi yang berbeda.

Ia menambahkan ETF emas masih menunggu peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena Peraturan OJK (POJK) yang berlaku saat ini belum mengakomodasi emas sebagai underlying dalam produk ETF.

“Oleh karena itu saat ini kita membutuhkan POJK terkait dengan produk ETF emas. Nah yang kita dapat update dari OJK adalah sedang berproses peraturan OJK atau rancangan peraturan OJK tentang produk ETF emas ini,” katanya di Bursa Efek Indonesia, Senin (14/7/2025).

Jeffrey mengungkapkan menargetkan ETF emas dapat mulai diperdagangkan pada kuartal IV tahun ini, dengan harapan peraturan OJK terkait bisa terbit pada kuartal III 2025. Di saat yang sama, BEI juga intens berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan ekosistem ETF emas ini.

Lebih dari 11 manajer investasi telah menjalin diskusi dengan BEI, dan beberapa di antaranya menyatakan ketertarikan untuk menerbitkan produk tersebut, sembari menunggu aturan resmi.

Diskusi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

Selain itu, BEI juga telah melakukan diskusi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Disebutkan bahwa dalam waktu dekat, DSN MUI akan menggelar sidang pleno yang salah satunya membahas fatwa terkait produk ETF emas.

“Yang kami dapat update juga segera akan ada sidang pleno di DSN MUI untuk membahas salah satunya terkait dengan produk ETF emas ini. Fatwa untuk produk ETF emas,” tuturnya.

Menurut Jeffrey, keberadaan ETF emas juga sejalan dengan mandat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), khususnya terkait dengan penguatan kegiatan usaha bullion. 

Produk ini juga mendukung program pemerintah di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian dalam pengembangan instrumen investasi berbasis emas di Indonesia. 

Susul Bullion Bank, BEI Segera Luncurkan ETF Emas Tahun Ini

Menyusul peluncuran bullion bank, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) emas pada tahun ini. Produk ETF Emas nantinya diharapkan menjadi pilihan diversifikasi portofolio investor pasar modal.

Kegiatan usaha bank emas atau bullion bank sendiri diatur dalam POJK 17/2024. Sementara untuk ETF Emas, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan Bursa masih menunggu POJK terkait produk ETF Emas. Saat ini, Jeffrey mengatakan pihak Bursa secara paralel telah melakukan diskusi dengan belasan manajer investasi (MI), Pegadaian, serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) untuk memperoleh fatwa terkait produk ETF emas.

“Target kami tahun ini bisa diluncurkan,” kata Jeffrey kepada wartawan, Rabu (26/2/2025). Secara garis besar, ETF emas adalah dana yang diperdagangkan di bursa yang memberikan investor eksposur terhadap emas tanpa harus langsung membeli, menyimpan, dan menjual kembali logam mulia tersebut.

Bullion Bank Pertama

Pada hari ini, Rabu 26 Februari 2025, Indonesia mencatatkan sejarah penting dengan peluncuran bullion bank pertama di tanah air. Bullion bank, atau yang lebih dikenal sebagai bank emas, adalah lembaga keuangan yang mengkhususkan diri dalam layanan perbankan untuk logam mulia, terutama emas. Kehadiran bullion bank ini tidak hanya menandai langkah maju dalam pengembangan ekosistem emas di Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi nasional yang lebih signifikan.

Dengan adanya bullion bank, masyarakat Indonesia kini memiliki tempat penyimpanan dan pengelolaan emas yang lebih aman dan terpercaya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penyimpanan emas di luar negeri dan meningkatkan keamanan aset emas nasional. Selain itu, bullion bank juga berperan penting dalam meningkatkan likuiditas pasar emas, memudahkan transaksi jual beli, serta menciptakan harga yang lebih transparan dan kompetitif.

Selama ini, investasi dalam emas seringkali dianggap sulit diakses oleh masyarakat umum. Namun dengan hadirnya bullion bank, akses untuk berinvestasi dalam emas akan semakin mudah melalui produk-produk seperti tabungan emas dan kredit berbasis emas. Ini merupakan langkah positif menuju inklusi keuangan yang lebih luas bagi masyarakat.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |