BEI Buka Kode Domisili Investor Hari Ini

4 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperluas distribusi data perdagangan dengan menghadirkan ringkasan aktivitas transaksi yang kini juga mencakup informasi berdasarkan kode domisili investor.

Data tersebut tidak lagi hanya tersedia pada akhir hari, melainkan juga dapat diakses setelah penutupan Sesi I Perdagangan mulai Senin, 25 Agustus 2025.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis BEI untuk meningkatkan transparansi pasar modal sekaligus memperkuat kualitas layanan informasi bagi pemangku kepentingan. 

Distribusi data ini termasuk dalam delapan file baru yang kini dibagikan dua kali sehari, mencakup, ringkasan transaksi berdasarkan kode domisili, data indeks yang tercatat di BEI, serta rekapitulasi perdagangan menurut tipe investor. 

Investor dapat memperoleh informasi tersebut melalui Anggota Bursa masing-masing dengan format yang konsisten seperti distribusi akhir hari, sehingga tidak menimbulkan kendala teknis.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menekankan pentingnya pengembangan ini. 

“Penyempurnaan distribusi data ini sejalan dengan misi BEI untuk terus meningkatkan layanan kepada pelaku pasar. Kami percaya langkah ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung peningkatan likuiditas pasar, ujar Jeffrey dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025).

Manfaatkan Informasi

Dengan adanya pengembangan ini, BEI mendorong seluruh Anggota Bursa agar memanfaatkan dan mengolah lebih lanjut informasi tersebut untuk didistribusikan kepada seluruh investor pasar modal Indonesia. 

BEI juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan informasi yang tersedia sebagai bahan analisis yang lebih menyeluruh dalam menyusun strategi investasi yang lebih baik dan bijak. 

IHSG Berpeluang Rebound, Analis Prediksi Uji Level 7.900

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang menguat terbatas pada hari ini, dengan potensi kembali menguji area 7.900. 

Analis sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, mengatakan, secara teknikal, indeks masih mampu bertahan di zona support 7.820–7.830, sehingga ruang rebound menuju resistance 7.900–7.950 tetap terbuka. 

Pada perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025, IHSG sendiri ditutup terkoreksi 31,86 poin atau -0,40% ke level 7.858,85. Tekanan muncul setelah rilis data Neraca Pembayaran (Balance of Payments/BoP) kuartal II-2025 yang kembali mencatatkan defisit sebesar USD 3 miliar, setara 0,8% dari PDB. 

“Defisit ini menjadi catatan sembilan kuartal berturut-turut dan menambah tekanan pada stabilitas eksternal Indonesia. Rupiah juga melemah tipis ke Rp16.340 per dolar AS (JISDOR),” ujar Hendra dalam catatannya, dikutip Senin, (25/8/2025).

Saham yang Menarik Dicermati

Dalam situasi ini, Hendra menilai sejumlah saham masih dinilai menarik. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berpotensi melanjutkan penguatan seiring tren kenaikan harga tembaga dan eksposurnya di sektor emas-mineral. 

Sementara itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memperoleh sentimen positif setelah Anthony Salim menambah kepemilikan di induk usahanya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Di sisi lain, PT WIR Asia Tbk (WIRG) mulai masuk fase akumulasi setelah terkoreksi cukup dalam, dengan prospek didukung pengembangan ekosistem digital.

Secara keseluruhan, strategi yang disarankan bagi investor adalah akumulasi bertahap pada saham-saham pilihan yang memiliki katalis positif, sambil tetap mencermati risiko volatilitas global menjelang keputusan arah kebijakan The Fed. 

Bursa Saham Asia-Pasifik

Sebelumnya, Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada hari Senin, mengikuti kenaikan Wall Street setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat mulai  melonggarkan kebijakan moneter  bulan depan dalam pidato tahunannya yang sangat dinantikan di Jackson Hole, Wyoming.

Dikutip dari CNBC, indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1,08%, sementara indeks saham Topix yang lebih luas naik 0,53%. Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat sebesar 0,75%, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,71%.

Indeks saham acuan S&P/ASX 200 Australia  naik 0,87%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada pada level 25.722, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan terakhir HSI di level 25.339,14.

Di wilayah Asia-Pasifik lainnya, para pengamat pasar sedang menunggu data indeks harga konsumen Singapura untuk bulan Juli. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 0,6% secara tahunan (year-on-year), konsisten dengan bulan sebelumnya. 

Kontrak berjangka ekuitas AS sedikit berubah pada awal sesi Asia.

Pada Jumat pekan lalu, saham unggulan Dow melonjak 846,24 poin, atau 1,89%, ke level rekor 45.631,74.

Sedangkan indeks S&P 500 naik 1,52% menjadi 6.466,91, sementara level tertingginya hanya terpaut tiga poin dari rekor tertinggi. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi  naik 1,88%, mengakhiri sesi di level 21.496,53.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |