Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) melalui, United Tractors, terus memperluas diversifikasi bisnis di sektor mineral non-batu bara. Direktur Astra, Frans Kesuma, menyampaikan perseroan kini telah memiliki portofolio di dua komoditas utama, yakni emas dan nikel.
“United Tractors berfokus pada mineral dan kita juga sama-sama paham saat ini ada 2 mineral yaitu emas dan nikel. Di mana emas itu ada 2 perusahaan juga dan nikel juga mengakuisisi 2 perusahaan, yang pertama 20%, yang kedua 90%,” ujar Frans dalam konferensi pers, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan, langkah ke depan perseroan tidak hanya berhenti pada dua komoditas tersebut. United Tractors tengah menjajaki peluang masuk ke mineral lain, khususnya tembaga yang kerap dikaitkan dengan emas.
Selain itu, studi teknis juga dilakukan untuk memahami lebih jauh proses pengolahan berbagai mineral di Indonesia.
“Memang ke depan kami masih mencari komoditas lain, misalnya tembaga, karena kita tahu copper and gold itu biasanya menjadi satu, tetap menjadi fokus. Sementara untuk mineral-mineral yang lain sedang dalam studi, karena kita mesti lihat juga bagaimana industrinya sendiri, terutama untuk ke depan,” jelas Frans.
Frans menegaskan hingga saat ini progres utama United Tractors berada pada dua komoditas, sementara eksplorasi terhadap mineral lain masih dalam tahap penjajakan.
Strategi Astra Hadapi Persaingan Produsen EV China
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) menegaskan strategi konsisten dalam menghadapi persaingan di industri otomotif, termasuk dengan masuknya produsen kendaraan listrik (EV) asal China ke pasar Indonesia.
Direktur Astra International, Henry Tanoto, menyebut kompetisi merupakan hal yang wajar dan justru memberikan dampak positif bagi konsumen maupun industri otomotif nasional.
"Kalau kita bicara tentang persaingan, sebenarnya memang persaingan itu kan selalu ada, terutama di industri otomotif. Dan sebenarnya itu menurut kami bagus untuk konsumen dan juga tentu saja bagus untuk industri otomotif di Indonesia juga,” ujar Henry dalam konferensi pers, Rabu (27/8/2025).
Ia menjelaskan, strategi Astra tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menyesuaikan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi daya beli, preferensi produk, maupun kesiapan infrastruktur di tiap wilayah.
Produk Lengkap
“Kita menyediakan produk yang lengkap ya, dari mulai ICE, hybrid, plug-in hybrid, hingga BEV. Baru-baru ini kita juga menambahkan line-up, yaitu New BZ4X Local Production dan Urban Cruiser BEV, yang harapannya bisa diperkenalkan di tahun ini,” jelasnya.
Selain produk, Astra juga mengandalkan ekosistem layanan, mulai dari jaringan dealer yang tersebar dari Sumatra hingga Papua, pembiayaan, asuransi, hingga layanan after sales dan trade-in. Menurut Henry, ekosistem inilah yang menjaga nilai jual kembali kendaraan Astra tetap terjaga.
Dengan strategi tersebut, Astra optimistis mampu beradaptasi dengan cepat di tengah transisi energi dan perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat. Perusahaan menargetkan tetap menjadi pilihan utama konsumen di Indonesia meski persaingan semakin ketat.