United Tractors Buyback Rp 2 Triliun, Saham UNTR Melesat

3 days ago 23

Liputan6.com, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membeli kembali saham atau buyback saham sebesar Rp 2 triliun. Buyback saham perseroan akan dilakukan mulai 22 Januari 2026-15 April 2026.

Adapun buyback saham ini dilakukan perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta mencerminkan kondisi fundamental perseroan. Selain itu, buyback saham juga untuk mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/1/2026), PT United Tractors Tbk menggelar buyback saham senilai Rp 2 triliun dengan ketentuan jumlah saham yang akan dibeli kembali itu tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah saham free float setelah buyback saham tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan akan melakukan buyback saham dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023.

Adapun perseroan akan buyback saham yang dilakukan secara bertahap dan secara penuh melalui BEI. Perseroan juga akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback saham.

Usai berakhirnya periode pembelian kembali saham, perseroan berencana menyimpan  saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri. Perseroan akan melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan cara dan jangka waktu seperti dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023.

Mengutip data RTI, pada perdagangan sesi kedua, harga saham UNTR naik 1,1% menjadi Rp 27.500 per saham. Harga saham UNTR dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 27.225 per saham. Harga saham UNTR berada di level tertinggi Rp 27.675 dan level terendah Rp 26.075 per saham. Total frekuensi perdagangan 28.034 kali dengan volume perdagangan saham 289.747 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 790,7 miliar.

UNTR Bikin Anak Usaha di Sektor Jasa dan Pengolahan Mineral Nikel

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak-anak perusahaan yang secara langsung dan tidak langsung dimiliki 100% oleh perseroan yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN) mendirikan perusahaan PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL) pada 21 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12/2025), PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL) akan melakukan kegiatan usaha yang bergerak di bidang kegiatan industri pembuatan logam dasar bukan besi dan perdagangan besar logam dan bijih logam.

Tujuan didirikan NINL sebagai suatu bentuk kelanjutan langkah perseroan secara grup untuk diversifikasi kegiatan usaha perseroan melalui perusahaan terkendali perseroan dengan mengembangkan usaha di sektor jasa dan pengolahan mineral nikel.

Berikut struktur kepemilikan modal NINL adalah sebagai berikut:

1.DTN dengan nilai nominal Rp 9.990.000.00 dan persentase 99,90%.

2.EPN dengan nilai nominal Rp 10.000.000 dan persentase 0,10%.

"Penyertaan saham DTN dan EPN dalam NINL tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan perseroan saat ini,” ujar Sekretaris Perusahaan United Tractors, Ari Setiyawan.

Kinerja UNTR hingga September 2025

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Grup Astra di sektor alat berat dan pertambangan, melaporkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 26,4% pada periode sembilan bulan pertama 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 11,47 triliun hingga 30 September 2025, turun dari Rp 15,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba tersebut terjadi meskipun pendapatan bersih relatif stabil di level Rp 100,47 triliun, hanya naik tipis dibandingkan Rp 99,56 triliun pada sembilan bulan pertama 2024. Adapun laba bruto perusahaan tercatat Rp 22,03 triliun, turun dari Rp 25,72 triliun pada tahun sebelumnya.

Aset Perseroan

Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 78,43 triliun, dari Rp73,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak juga turun menjadi Rp15,49 triliun, dibandingkan Rp20,75 triliun per September 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp 3,74 triliun, laba tahun berjalan United Tractors tercatat Rp 11,75 triliun, dengan kontribusi dari kepentingan nonpengendali sebesar Rp 273,1 miliar.

Dari sisi kinerja saham, laba per saham dasar dan dilusian turun menjadi Rp 3.160 per saham, dibandingkan Rp 4.293 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Pada akhir September 2025, total aset United Tractors mencapai Rp 178,71 triliun, meningkat dari Rp 169,48 triliun pada akhir 2024, sementara total ekuitas naik menjadi Rp 102,58 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |