Trimegah Sekuritas Lepas 632,6 Juta Saham ENRG

1 month ago 33

Liputan6.com, Jakarta - PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) melepas saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pada Selasa, 23 Desember 2025. Aksi ini dilakukan perseroan untuk reverse repo.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/12/2025), Trimegah Sekuritas Indonesia menjual 632,60 juta saham ENRG pada 23 Desember 2025 dengan harga Rp 917 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham ENRG tersebut sebesar Rp 580,10 miliar.

“Tujuan transaksi reverse repo dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham ENRG, Trimegah Sekuritas memiliki 3,15 miliar saham atau setara 11,96%. Sebelumnya, Trimegah Sekuritas mengenggam 3,78 miliar saham ENRG atau setara 14,37%.

Pada perdagangan saham Rabu sore, 24 Desember 2025 pukul 15.47 WIB, harga saham ENRG naik 0,34% ke posisi Rp 1.470 per saham. Harga saham ENRG dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 1.480 per saham. Saham ENRG berada di level tertinggi Rp 1.500 dan level terendah Rp 1.445 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.354 kali dengan volume perdagangan saham 339.205 saham. Nilai transaksi Rp 50,1 miliar.

Sementara itu, harga saham TRIM stagnan di posisi Rp 650 per saham. Saham TRIM berada di level tertinggi Rp 690 dan level terendah Rp 635 per saham. Total frekuensi perdagangan 256 kali dengan volume perdagangan 8.820 saham. Nilai transaksi Rp 571,2 juta.

Energi Mega Persada (ENRG) Terbitkan Obligasi Berkelanjutan I, Himpun Dana Rp 4 Triliun

Sebelumnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025. Perseroan menyampaikan dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pembayaran utang kepada bank, lembaga keuangan non-bank, serta kebutuhan modal kerja.

Dalam PUB I ini, ENRG memiliki ruang penghimpunan dana hingga Rp 4 triliun. Pada tahap pertama penerbitan obligasi tahun 2025, nilai pokok yang ditawarkan mencapai maksimal Rp 500 miliar. Dana dari penerbitan tersebut diarahkan untuk memenuhi kewajiban finansial dan kebutuhan operasional perusahaan.

Obligasi ini akan diterbitkan dalam tiga seri A, B, dan C dengan jangka waktu masing-masing 370 hari kalender, 3 tahun, dan 5 tahun. Seluruh seri obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), selaras dengan komitmen perusahaan untuk menjaga keterbukaan informasi di pasar modal.

Kualitas Investasi dan Operasional Perusahaan

Obligasi Berkelanjutan I ENRG memperoleh peringkat A+ (Single A plus) dari Pefindo. ENRG, yang bergerak di sektor eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak serta gas bumi, mengelola 13 aset hulu migas di Indonesia dan Mozambik.

Perseroan juga menyampaikan sejumlah capaian operasional. Dalam pengembangan lapangan baru (green fields), ENRG berhasil menginisiasi produksi Lapangan TSB (Kangean PSC) dengan puncak mencapai 300 MMSCFD, sementara produksi gas Bentu PSC stabil di rata-rata sekitar 80 MMSCFD. 

Revitalisasi Lapangan

Kemudian, untuk revitalisasi lapangan lama (mature fields), perusahaan mencatat kenaikan produksi minyak Malacca Strait PSC dari 1.100 BOPD pada tahun 2017 menjadi sekitar 5.000 BOPD secara berkelanjutan. Produksi gas Sengkang juga dipertahankan di kisaran 40 MMSCFD. 

Selain itu, tingkat keberhasilan eksplorasi dinilai cukup baik, tercermin dari Reserves Replacement Ratio sebesar 2,15 kali dan Reserves to Productions sebesar 10,89 kali.

ENRG juga melaporkan memperoleh penilaian positif di aspek ESG, termasuk peringkat “Sangat Baik” dari Dunn & Bradstreet, kategori risiko “Medium” dari Sustainalytics, serta penghargaan PROPER Hijau dan Biru dari pemerintah.

Penerbitan obligasi ini disampaikan sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam pengembangan usaha energi. Perseroan memperkirakan bahwa minyak dan gas bumi masih akan memegang peranan penting dalam sistem energi nasional dalam beberapa tahun mendatang, dengan proyeksi pertumbuhan permintaan yang terus meningkat hingga tahun 2050.

Ke depan, ENRG berencana tetap berfokus pada kegiatan usaha hulu migas, termasuk peningkatan produksi serta pemanfaatan hasil akuisisi aset baru. PUB Obligasi Berkelanjutan I ini menjadi bagian dari strategi pendanaan perusahaan untuk mendukung operasional dan kebutuhan jangka panjangnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |