Wall Street Perkasa: Indeks Dow Jones Sentuh Rekor di Atas 50.000

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street pulih pada perdagangan Jumat, 6 Februari 20026. Kenaikan wall street didukung saham teknologi yang pulih setelah aksi jual besar-besaran di sektor tersebut. Selain itu, harga bitcoin juga kembali pulih setelah koreksi tajam.

Mengutip CNBC, Sabtu (7/2/2026), indeks Dow Jones menguat 1.206,95 poin atau 2,47% ke posisi 50.115,67. Pada Jumat pekan ini, indeks Dow Jones pertama kali melampaui level 50.000. Selain itu, indeks S&P 500 melonjak 1,97% dan berakhir di posisi 6.932,30. Indeks Nasdaq naik 2,18% menjadi 23.031,21. Seiring pergerakan tersebut, indeks S&P 500 kembali ke zona hijau pada 2026.

Meski terjadi lonjakan jelang akhir pekan, selama sepekan, indeks saham acuan bervariasi di wall street. Indeks S&P 500 melemah 0,1%. Indeks Nasdaq susut 1,8% dan indeks Dow Jones melesat 2,5%. Kenaikan indeks Dow Jones diuntungkan oleh rotasi ke beberapa saham siklikal meski pasar secara keseluruhan terbebani aksi jual saham teknologi.

Di sisi lain, saham Nvidia dan Broadcom melesat Jumat pekan ini. Saham Nvidia menguat hampir 8% dan saham Broadcom menguat 7% setelah koreksi besar pada awal pekan.

Saham Oracle dan Palantir Technologies juga pulih seiring investor mempertimbangkan kembali beberapa saham itu pada harga lebih murah.

Oracle dan Palantir masing-masing naik 4%. Namun, beberapa saham perangkat lunak utama seperti ServiceNow yang telah menjadi pusat aksi jual saham teknologi karena kekhawatiran akan gangguan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada perangkat lunak, tetap lemah pada Jumat pekan ini.

"Kita sedang berada dalam masa keemasan saat ini dengan AI,” ujar Pendiri Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin.

"Ada investasi yang dilakukan Google, Nvidia, Meta dan Amazon. Ada uang yang akan diinvestasikan,” ia menambahkan.

"Perputaran uang yang terus menerus terkadang membuat orang takut,”.

Beralih ke Saham Fundamental

Shahin percaya pasar sedang berada di tengah kalibrasi ulang besar-besaran. Investor akan lebih banyak beralih dari saham pertumbuhan atau growth stock ke saham nilai atau value stocks.

Dalam beberapa bulan mendatang, taruhannya adalah pada saham-saham nilai kapitalisasi besar. Hal itu terbukti pada Jumat pekan ini. Investor membeli saham di sektor seperti industri dan keuangan.

Di sektor itu, Caterpillar dan Goldman Sachs menjadi yang menonjol, mendukung kinerja Dow yang lebih baik dengan kenaikan masing-masing sebesar 7% dan 4%. Saham kapitalisasi kecil juga meningkat. Indeks Russell 2000 menguat 3,6%.

Selain itu, Bitcoin memulihkan sebagian kerugiannya pada Jumat, naik 10% dan menyentuh level tertinggi sesi di USD 71.458,01 setelah sempat turun di bawah USD 61.000 semalam ke level terendahnya sejak Oktober 2024  lebih dari 52% dari rekor tertingginya di USD 126.000 yang dicapai pada awal Oktober 2025.

Kenaikan pada Jumat membantu meredakan beberapa kekhawatiran tentang penghindaran risiko di kalangan investor yang baru-baru ini melanda pasar yang lebih luas. Namun, mata uang kripto ini telah kehilangan 16% minggu ini.

Wall Street Tertekan

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan saham Kamis, 5 Februari 2026. Koreksi wall street terjadi seiring investor mengambil sikap menghindari risiko menyebabkan perdagangan sektor saham teknologi dan bitcoin tersungkur.

Mengutip CNBC, Jumat (6/2/2026), indeks Dow Jones anjlok 592,58 poin atau 1,2% menjadi 48.908,72. Indeks S&P 500 terpangkas 1,23% ke posisi 6.798,40 dan berada di zona negative. Indeks Nasdaq melemah 1,59% dan menetap ke posisi 22.540,59.

Dalam titik terendah, indeks Dow Jones turun hampir 700 poin atau sekitar 1,4%. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 1,5% dan 1,9%.

Alphabet memproyeksikan peningkatan tajam dalam pengeluaran kecerdasan buatan yang membuat sejumlah investor khawatir. Hal ini di tengah kekhawatiran perkiraan pengeluaran modal hingga USD 185 miliar pada 2026. Saham Alphabet susut 0,5%.

Selain itu, saham Broadcom naik hampir 1% setelah berita tentang rencana pengeluaran Alphabet, menawarkan sedikit harapan bagi perdagangan kecerdasan buatan.

Saham Teknologi Melemah

"Fakta bahwa beberapa perusahaan ini merilis dan mengumumkan pengeluaran modal tambahan, dan jumlahnya sangat besar saat ini , kami sebenarnya melihatnya sebagai tanda positif bagi kesehatan pasar secara umum, karena ini lebih menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan penilaian yang cermat daripada sekadar euforia yang tidak rasional,” kata Direktur Investasi di Modern Wealth Management, Stephen Tuckwood.

Bersama dengan Alphabet, Qualcomm juga berada di bawah tekanan, merosot lebih dari 8% setelah mengeluarkan perkiraan yang lebih lemah dari yang diharapkan karena kekurangan memori global.

Di tempat lain, aksi jual di pasar mata uang kripto terus meningkat, karena bitcoin jatuh di bawah USD 64.000 setelah merosot di bawah ambang batas USD 70.000,  yang dianggap sebagai level support kunci. Di sektor logam mulia, tekanan pada perak kembali berlanjut. Harga logam tersebut mengakhiri kenaikan selama dua hari dan turun hingga 16%. Harga perak telah anjlok hampir 30% pada Jumat lalu.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |