Emiten CDIA Buyback Saham Rp 1 Triliun Mulai Hari Ini 6 Februari 2026

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membeli kembali atau buyback saham sebesar Rp 1 triliun. Buyback saham ini akan dimulai hari ini, Jumat, (6/2/2026), hingga 5 Mei 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (6/2/2026), PT Chandra Daya Investasi Tbk akan memakai dana internal untuk buyback saham. Perseroan menyatakan buyback saham ini tidak akan mengakibatkan menurunnya pendapatan perseroan dan tidak ada dampak yang signifikan atas pembiayaan perseroan.

“Perseroan berkeyakinan pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip.

Perseroan telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk buyback saham selama periode pembelian kembali sesuai undang-undang yang berlaku. Buyback saham itu akan dilakukan perdagangan di BEI.

Adapun buyback saham ini dilakukan sebagai salah satu upaya Perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental Perseroan, menjaga stabilisasi harga saham Perseroan dan menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, perseroan yakin buyback saham ini tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja, pendapatan dan pembiayaan perseroan. Hal ini karena perseroan memiliki arus kas dan modal kerja yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha, belanja modal dan pembelian kembali saham.

Saham Treasuri

Chandra Daya Investasi akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasuri dengan memperhatikan ketentuan POJK No. 29/2023.Dalam hal masih terdapat saham hasil pembelian kembali yang dikuasai Perseroan selama jangka waktu 3 tahun sejak selesainya pembelian kembali saham.

Perseroan wajib mulai mengalihkan saham hasil pembelian kembali dalam jangka waktu dua tahun. Dalam hal kewajiban belum dapat diselesaikan oleh Perseroan, maka dalam jangka waktu paling lama satu tahun setelah berakhirnya jangka waktu dua tahun tersebut, Perseroan akan menyelesaikan kewajiban pengalihan.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 5 Februari 2026, harga saham CDIA melonjak 3,24% ke posisi Rp 1.116 per saham. Harga saham CDIA dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 1.070 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.135 dan terendah Rp 1.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.712 kali dengan volume perdagangan saham 1.051.445 saham.

Emiten CDIA Kantongi Pinjaman Rp 3,3 Triliun dari Bangkok Bank

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengantongi pinjaman sebesar USD 200 juta atau Rp 3,33 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.690) dari Bangkok Bank Public Company Limited.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (1/1/2025), PT Chandra Daya Investasi Tbk telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman pada 29 Desember 2025 dengan Bangkok Bank Public Company Limited, suatu bank yang berdiri di Thailand.

“Pemberian fasilitas pinjaman ini untuk mendukung keperluan umum korporasi perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Adapun transaksi tersebut bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana maksud dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Selain itu, transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi seperti tertuang dalam POJK 42/2020.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 30 Desember 2025, harga saham CDIA turun 0,30% ke posisi Rp 1.670 per saham. Harga saham CDIA dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.680 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.715 dan level terendah Rp 1.665 per saham. Total frekuensi perdagangan 26.116 kali dengan volume perdagangan saham 1.180.118 saham. Nilai transaksi Rp 199,8 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |