Transformasi Ekspor Mebel, Jurus HIMKI Hadapi Kenaikan Tarif Impor ke Amerika

3 months ago 96

Liputan6.com, Cirebon Kondisi ketidakpastian ekonomi imbas kebijakan Trump menaikan tarif impor memotivasi pengusaha furniture dan kerajinan Indonesia untuk bertransformasi. 

Salah satunya dengan menggelar roadshow Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026. Ketua Dewan Pembina Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto menegaskan, event tersebut menjadi momen penting memperkuat kolaborasi hingga transformasi industri mebel dan kerajinan nasional. 

“Kita harus mampu menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik di mata pasar global,” ujarnya di salah satu hotel di Cirebon, Senin (26/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Soenoto mendorong seluruh pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas desain produk. 

Merespons perang dagang antara Amerika dan China, Soenoto menegaskan para pengusaha furniture dan kerajinan harus takits. Ia menegaskan agar tidak coba-coba ikutan perang dagang dan bersaing dengan China.

"Pasti babak belur dan termehek-mehek, solusinya bikin partnership dengam Tiongkok. Saya selalu memberi support dunia kerajinan katena sangat berpeluang ke tenaga kerja. Uang jangan dijadikan materi tapi energi," kata Soenoto.

Sementara itu Ketua Umum HIMKI melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Ketua Umum HIMKI Bidang Pengembangan Desain dan Inovasi, Satori menegaskan IFEX 2026 hadir di tengah situasi global yang penuh tantangan. 

Salah satunya adalah ancaman kenaikan tarif oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap produk kayu dan mebel Indonesia, yang saat ini telah memasuki tahap preliminary determination berdasarkan Pasal 232. 

"Kebijakan ini berpotensi menggerus lebih dari 53 persen pangsa ekspor nasional. Namun kita tidak tinggal diam. IFEX 2026 bukan sekadar pameran dagang, melainkan simbol transformasi ekspor Indonesia,” ujar Satori. 

Ekspansi Pasar

Ia menegaskan, HIMKI merespons tantangan tersebut dengan strategi ekspansi ke pasar non-tradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Timur, Eropa Timur, dan Amerika Latin. 

Beberapa misi dagang dan penjajakan buyer-matching telah dilakukan di negara-negara seperti Kazakhstan, Kenya, dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, katanya, HIMKI memperkuat pendekatan digital dengan menjajaki integrasi produk UMKM ke platform e-commerce B2B global seperti Archiproducts. Upaya ini membuka jalan bagi produk mebel dari sentra-sentra kecil di seluruh Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Kemudian, lanjutnya, HIMKI juga mendorong penciptaan ekosistem regulasi yang lebih adaptif dengan mengusulkan deregulasi terhadap SVLK dan V-Legal untuk industri hilir. 

“Kami mendukung prinsip keberlanjutan, tapi menolak beban administratif yang tidak proporsional. Industri ini padat karya, menopang ekonomi rakyat, bukan perusak hutan,” tegas Satori.

Ketua DPD HIMKI Cirebon Raya Eddy Sugiarto menyampaikan kebanggaan atas peran aktif anggotanya dalam mendukung IFEX. 

“Setiap tahun, DPD HIMKI Cirebon Raya selalu menjadi peserta dengan luasan area terbesar di IFEX. Ini bukti nyata bahwa Cirebon adalah salah satu sentra industri mebel dan kerajinan yang paling siap dan antusias mendukung penguatan ekspor nasional,” ujarnya.

Menurutnya, IFEX tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah kolaborasi, pertukaran ide, serta penguatan jaringan bisnis yang sangat strategis. 

“Melalui IFEX, kita bisa terus mendorong inovasi, pembelajaran, dan sinergi antar pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya HIMKI untuk memperkuat ekosistem industri, akan digelar juga Indowood Expo pada 19–21 Juni 2025 di Grand City Surabaya. Pameran ini akan mempertemukan pelaku industri mebel dengan sektor permesinan untuk mendorong peningkatan efisiensi dan daya saing industri nasional.

Dengan total area mencapai 85.000 meter persegi, IFEX 2026 akan membuka ruang lebih luas bagi para pelaku industri untuk menampilkan produk-produk unggulan. 

Selain layanan unggulan seperti Free Shuttle Bus dan Hosted Buyers Program, kualitas penyelenggaraan akan ditingkatkan untuk memberikan pengalaman profesional berkelas internasional.

Tak hanya itu, kerja sama strategis dengan Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) terus diperkuat untuk memperluas jejaring promosi dan menjangkau lebih banyak buyer potensial dari mancanegara.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |