Summarecon Agung Tebar Dividen Rp 148,58 Miliar, Cair Kapan?

2 months ago 38

Liputan6.com, Jakarta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2024 senilai Rp 148,58 miliar atau Rp 9 per saham. Rencana ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan pada 12 Juni 2025. 

Hingga 31 Desember 2024, perseroan membukukan total penghasilan komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 1,84 triliun. Sebesar Rp 18,38 miliar dari penghasilan itu akan disisihkan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Kemudian sebesar Rp 148,57 miliar dibagikan sebagai dividen tunai. Sisanya sebesar RP 1,67 miliar dimasukan sebagai laba ditahan. Hingga akhir Desember 2024, perseroan membukukan total ekuitas sebesar Rp 13,83 triliun.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/6/2025), berikut jadwal pembagian dividen PT Summarecon Agung Tbk:

  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 20 Juni 2025
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 Juni 2025
  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 24 Juni 2025
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 25 Juni 2025
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 24 Juni 2025
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 11 Juli 2025

Marketing Sales

Hingga Mei 2025, marketing sales SMRA tercatat sebesar Rp 1,8 triliun. Setara 37% dari total target tahun 2025 sebesar Rp 5 triliun.

Summarecon mencadangkan belanja modal atau capital expanditure (capex) sebesar Rp 2 triliun pada 2025. Rinciannya, sebesar Rp 1 triliun akan dialokasikan untuk land acquisition dan Rp 1 triliun sebagai biaya investasi di kawasan kota terpadu.

"Tahun ini sudah terealisasi sebesar Rp 987 miliar yang digunakan untuk akuisisi tanah dan properti investasi yang sudah berjalan saat ini," ungkap manajemen PT Summarecon Agung Tbk dalam paparan publik.

Pengembangan Proyek Baru

Terkait pengembangan proyek baru, Perseroan tetap memiliki rencana untuk pengembangan namun belum bisa diungkapkan lebh lanjut untuk saat ini. Di sisi lain, perseroan mengakui tahun 2025 terlihat adanya tantangan dari berbagai aspek, seperti daya beli menurun dan lainnya.

"Namun Summarecon bersyukur karena target untuk pasar menengah ke atas masih memiliki daya tahan yang cukup baik sehingga masih bisa menyerap penjualan dengan cukup baik dan program pemerintah cukup membantu karena memudahkan konsumen dengan program insentif 11% PPN DTP," kata manajemen. Meski begitu, perseroan juga mengantisipasi program pemerintah agar dapat memberikan produk-produk yang sesuai dengan program sesuai kelasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |