Liputan6.com, Jakarta - Investor asing kembali melakukan aksi beli saham pada 25-29 Agustus 2025. Aksi beli saham itu didorong dari harapan pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (31/8/2025), investor asing membeli saham Rp 1,49 triliun pada 25-29 Agustus 2025. Realisasi pembelian saham ini lebih rendah dari pekan lalu yang mencapai Rp 2,73 triliun.
Aksi beli saham oleh investor asing yang terbesar terjadi pada Selasa, 26 Agustus 2025 yang mencapai Rp 2,37 triliun.
"Kami perkirakan inflow tersebut karena ada ekspektasi akan pemangkasan suku bunga the Fed dan juga inflow-inflow tersebut masuk ke emiten-emiten konglomerasi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Berikut rincian aksi beli dan jual oleh investor asing pada 25-26 Agustus 2025:
1.Aksi beli saham senilai Rp 731,36 miliar pada 25 Agustus 2025
2.Aksi beli saham senilai Rp 2,37 triliun pada 26 Agustus 2025
3.Aksi jual saham senilai Rp 212,58 miliar pada 27 Agustus 2025
4.Aksi jual saham senilai Rp 278,76 miliar pada 28 Agustus 2025
5.Aksi jual saham senilai Rp 1,12 triliun pada 29 Agustus 2025
Kinerja IHSG Sepanjang Agustus 2025
Selain itu, Herditya melihat sepanjang Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,63%. Hal itu juga disertai dengan peningkatkan volume pembelian.
"Kami perkirakan penguatan ini terjadi di tengah penguatan nilai tukar Rupiah dan juga beberapa rilis data, seperti data pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pemangkasan BI Rate yang menjadi katalisnya,” ujar dia.
Kinerja IHSG pada 25-29 Agustus 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali koreksi pada perdagangan 25-29 Agustus 2025. Analis menilai, koreksi IHSG didorong sentimen internal dan eksternal.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (30/8/2025), IHSG turun 0,36% ke posisi 7.830,49 pada pekan ini. Pekan lalu, IHSG susut 0,50% ke posisi 7.858,85.Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 0,36% menjadi Rp 14.182 triliun pada pekan ini dari pekan lalu Rp 14.131 triliun.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menuturkan, pergerakan IHSG selama sepekan dipengaruhi dari domestik dan global. Dari domestik, ia mengatakan, faktor stabilitas politik dan keamanan mempengaruhi IHSG.
Sentimen Global
“Dari global dipengaruhi sikap politik Presiden AS Donald Trump dalam intervensi kebijakan gubernur the Fed dan dewan gubernur the Fed,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, Nafan menilai, the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat belum terlalu berani secara agresif dalam jangka panjang sehingga pengaruhi kebijakan Trump dalam intervensi independensi the Fed.
Di sisi lain, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 40,69% menjadi Rp 25,22 triliun dari RP 17,92 triliun pada pekan lalu.
Kemudian rata-rata volume transaksi harian bursa bertambah 19,56% menjadi 47,19 miliar saham dari 39,47 miliar saham pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan naik sebesar 8,80% menjadi 2,31 juta kali transaksi dari 2,12 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Rekor Dalam Sepekan
Di sisi lain, pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor All Time High/ATH (tertinggi sepanjang sejarah). IHSG ditutup di level 7.952,088 pada Kamis, 28 Agustus 2025 melampaui rekor sebelumnya di level 7.943,825 pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Kapitalisasi pasar BEI juga menorehkan rekor baru, mencapai Rp 14.377 triliun pada Kamis, 28 Agustus 2025, melewati capaian sebelumnya Rp 14.372 triliun pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Pada Jumat 29 Agustus 2025, frekuensi transaksi saham turut mencatatkan rekor ATH, yaitu sebesar 2,49 juta kali transaksi yang melewati capaian sebelumnya sebesar 2,36 juta kali transaksi pada Senin, 25 Agustus 2025.