Rekomendasi Saham Hari Ini 21 Januari 2026: ACES, ARCI, INCO, INKP hingga PSAB

2 weeks ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu (21/1/2026). IHSG hari ini berpeluang melemah ke 9.088-9.106. Lalu bagaimana strategi untuk rekomendasi saham-nya?

IHSG naik tipis ,0,015 ke posisi 9.134  dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 20 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengimbau untuk mewaspadai koreksi lanjutan ke rentang area 9.088-9.106 pada perdagangan saham Rabu, 21 Januari 2026. Hal ini seiring posisi masih merupakan bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Namun, IHSG juga ada peluang penguatan.

“Adapun area penguatan selanjutnya berada di 9.192-9.229,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 9.008,8.956 dan level resistance di 9.227,9.192.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 9.000-9.200 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) - Spec Buy

Saham ACES menguat 0,48% ke 418 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Selama ACES masih mampu berada di atas 408 sebagai stoplossnya, posisi ACES saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i],” kata Herditya.

Spec Buy: 410-416

Target Price: 426, 432

Stoploss: below 408

2.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI menguat 6,04% ke 2.020 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi ARCI saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.970-2.000

Target Price: 2.090, 2.150

Stoploss: below 1.920

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness

Saham INCO terkoreksi 2,73% ke 6.225 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” kata dia.

Buy on Weakness: 5.750-6.200

Target Price: 6.950, 7.325

Stoploss: below 5.500

4.PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) - Buy on Weakness

Saham INKP menguat 1% ke 10.100 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, kami memperkirakan posisi INKP berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 9.875-10.100

Target Price: 10.650, 11.175

Stoploss: below 9.725

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 20 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa, (20/1/2026). IHSG hari ini naik tipis di tengah bursa saham Asia Pasifik memerah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih betah di 16.900.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,01% ke posisi 9.134,70.Indeks saham LQ45 melemah 0,98% ke posisi 884,37. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Dalam riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG melanjutkan penguatan di tengah momentum January Effect. "Di sisi lain pelaku pasar mulai memposisikan diri menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” dikutip dari Antara.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari 2026, yang akan menetapkan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sentimen IHSG Lainnya

Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak melemah yang terbebani oleh potensi aksi balasan Eropa setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang proposal terkait pembelian Greenland.

“Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin waspada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa, setelah Trump berjanji akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi mulai 1 Februari 2026 terhadap sejumlah negara Eropa,” demikian seperti dikutip.

Di sisi lain, Eropa bersiap melakukan perlawanan dengan rencana pengenaan tarif balasan terhadap AS senilai 93 miliar poundsterling atau sekitar USD 108 miliar, yang akan benar-benar ditetapkan oleh Uni Eropa apabila Trump merealisasikan pengenaan pajak sebesar 10 persen terhadap negara-negara Eropa pada 1 Februari 2026.

Dari kawasan Asia, sentimen datang dari ketidakpastian politik di Jepang, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum guna mengamankan dukungan pemilih terhadap rencana pengeluaran serta agenda kebijakan yang lebih luas

Sementara itu, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuannya, yaitu Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun tetap di level 3,0 persen, sementara LPR tenor lima tahun dipertahankan di 3,5 persen.

Keputusan PBoC sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan preferensi otoritas untuk memberikan stimulus secara selektif di tengah perlambatan momentum ekonomi, yang mana pengeluaran rumah tangga dan sektor properti masih membebani permintaan domestik

Sektor Saham

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.174,47 dan level terendah 9.120,15. Sebanyak 336 saham menguat sehingga angkat IHSG. 323 saham melemah dan 143 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.942.175 kali dengan volume perdagangan 72,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.943.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham energi turun 0,32% dan sektor saham transportasi melemah 0,63%. Sementara itu, sektor saham basic melambung 2,49%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal menanjak 2,08% dan sektor saham industri bertambah 1,86%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,09%, sektorsaham kesehatan melemah 1,51%, sektor saham keuangan bertambah 0,36%. Lalu sektor saham properti menanjak 0,68%, sektor saham teknologi mendaki 0,53% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,02%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |